LITTLE VOICE
(chapter 10/END)
Author :
sehunpinku
Cast : Kang
Min young (you)
EXO-K member
Mark GOT7 ,
jungkook BTS
Genre :
Romance , sad , family
Other cast :
kim ajhussi, kim ahra, wu yi fan(EXO kris).
PS : ini dia
hasil FF chapter 10, ini last chapternya nya hehehe , ini FF garing banget hehehe . don’t plagiat J
happy reading. dan 1 lagi, aku tidak pandai mengolah poster,jadinya seperti ini >_<
******************************
Matahri pun mulai terbit dari timur dengan
langkah malu-malu . sinar nya pun bergerak bebas memasuki celah-celah kamar
sehun yang sekarang sedang di huni oleh min young . hingga malam yang lalu
sampai menjelang pagi ini, min young belum membuka matanya. Ia masih ditemani
oleh mimpi-mimpi alam bawah sadarnya.
Sehun
pun perlahan membuka knop pintu kamarnya,dengan membawa sepiring nampan dengan
semangkuk bubur ditambah segelas air putih. Sehun pun mencoba membangkunkan min
young. Karena dari semalam ia belum sedikitpun mengisi perutnya dengan makanan.
Sehun takut jika nantinya tubuh min young melemas.
“young…”
sehun pun menepuk-tepukan pelan pipi kiri min young.
“young…” ucap sehun kembali.
“engggg…ennggg” lirih min young sambil
membukakan kedua matanya. Setelah min young
benar-benar membuka matanya, ia
hanya mendapat ekspresi sehun yang tersenyum kepadanya. 2 detik kemudia pun
sehun mengacak-ngacak puncak rambut min young pelan.
“ good morning kecil…” sapa sehun. Sedangkan
sehun hanya menganga hebat. Seingat nya semalam ia hanya bertemu dengan sehun,
dan tidak ingat kembali kejadian selanjutnya. Min young pun akhirnya berpikir
keras. Bukankah sekarang ini sehun membencinya? Buktinya saat terakhir kali min
young main ke dorm saja, ia diacuhkan oleh sehun. Tetapi mengapa sekarang sehun
sangat perhatian sekali kepada dirinya.
Min young
pov
Aku merasa diriku ini jahat. A…aku sudah
melukai hati seseorang, yaitu sehun oppa . tapi apa yang dibalas sehun oppa
sekarang ini? i..ia bahkan telah menolongku. Mungkin saja jika tidak ada sehun
oppa, aku tidak akan hidup dengan namaku
ini.
Aku hanya memerhatikan gerak-gerik sehun
oppa yang sedang menyiapkan 1 suapan bubur untuk ku, aku hanya memandang nya.
“kau harus makan dulu young” ucap sehun oppa
lembut kepadaku. Oh tuhan aku telah mengecewakan hati seseorang yang sangat
baik hati ini, di hadapanku.
“Aaaaaaa” ucap sehun oppa lembut dengan senyum tulusnya, yang di berikan
kepadaku. aku merasa jika diriku ini adalah wanita terkejam di dunia. Aku tak
dapat menahan air mataku yang telah mencapai pelupuk mataku. Aku mengingat
kejadian lalu di café dengan sehun oppa.
Author pov
Min young pun tidak dapat menyembunyikan air
matanya yang sudah ia tahan. Ia pun menangis pelan dengan wajah tertunduk dan
menutupi seluruh wajahnya dengan ke-dua telapak tangannya.
Sehun yang berada di hadapannya, pun hanya termenung.
Ia bingung, mengapa ia menangis?pikirnya. perlahan sehun menaruh semangkuk
bubur itu dan menaruhnya di meja samping tempat tidurnya itu .
Ia pun memegang kedua bahu min young yang
bergetar hebat. Min young masih tertunduk dan menutupi wajahnya, dengan kedua
tangan-nya.
“uljimaaa” sehun pun mengelus pelan bahu min
young. Dan mencoba untuk mengangkat wajah min young yang ia sengaja tundukan.
Min young perlahan-lahan mendongakan
tubuhnya. Tetapi min young tidak berani menatap mata hazel milik sehun. Jika
min young melihat dan bertatapan langsung dengan sehun, ia merasa menjadi wanita terkutuk. Yang tidak
tahu diri.
“makanlah young… kau belum makan dari
semalam” ucap sehun kembali. Kali ini nada bicara sehun semakin lembut dari
sebelumnya.
Akhirnya min young membuka mulutnya, ketika
sehun menyuapi semangkuk bubur kepada min young. Min young pun semakin tidak
kuat ketika melihat wajah itu lagi. Melihat wajah sehun tentunya.
Min young pun berpikir, bahwa ia hanyalah
seorang gadis manja dan cengeng. Yang tidak tahu diri.
***************************
-di lain
tempat-
Di kediaman tuan wen. Seluruh penghuni
kediamannya pun di landa oleh oleh ke-khawatiran yang sangat-sangat khawatir .
bagaimana tidak? Min young tidak kembali pulang kerumah dari sore kemarin
hingga siang ini. Terakhir , Setelah ia meminta izin kepada mark untuk
beralasan, -akan melaksanan tugas kelompok, bersama- tetapi yang di tunggu
kedatangan nya pun nihil. Kini batang hidungnya saja sudah tak terlihat, ya
siapa lagi jika bukan min young.
“kenapa nomor nya tidak dapat dihubungi?”
Tanya mark dalam hati nya. Ia pun segera menghampiri ayah nya-tuan wen.
“appa, aku sudah mencoba menelpon nya yang ke-20 kali . seperti nya ponsel nya
mati” ucap mark kepadah ayahnya.
“appa ! sebaiknya kita laporkan saja ke
polisi, sudah semalaman ia tidak pulang” tutur mak lagi. Kini pikiran nya
hanyalah di penuhi oleh nama min young.
“tunggu dulu nak, kau tidak bisa sepenuhnya
melaporkan kepada polisi” tutur tuan wen, yang tidak bisa lagi menutup rasa
kekawatiran nya.
“kita belum mencoba mencari nya selama 24jam
ini. Sebelum kita lapor” ucap tuan wen . dan mencoba untuk menenangkan mark
yang sangat ini khawatir. Namun tuan wen lah yang khawatirnya hingga setengah
mati. Merekan pun hanya menghembuskan nafasnya kencang dan mencoba bersender
pelan kea rah sofa.
Tuan wen dan Mark yang sangat khawatir pun,
semalam berusaha mencari sosok kecil min young ke sekolah. Namun nihil, sekolah
saja sangat sepi dan gelap. Akhirnya ia melanjutkan mencari min young menuju
kedai kim ajhussi. Namun lagi-lagi usaha mereka gagal. Hingga akhirnya mark pun
mengajak ayahnya untuk mencoba mencari nya ke rumah jungkook. namun lagi-lagi
gagal usahanya untuk mencari min young pun gagal.
Bahkan jungkook saja sudah 3 hari tidak
menemui sosok min young. Saat ia mendengar penjelasan dari mark bahwa min young
sudah 6jam tidak pulang kerumah pun, sangat terkejut. Akhirnya ia pun mencari
min young bersama mark dan tentu pula dengan tuan wen.
“akhhh!! Kakak macam apa aku ini?” Tanya
mark kencang.seperti nada putus asa nya. Ia merasa jika akan kehilangan sosok
kecil min young. Sejak min young berada di rumah ini, susasana di rumah ini pun
menjadi memiliki aura-aura yang tenang. Sosok min young lah yang telah membuatnya
menjadi seorang mark, yang tidak kesepian seperti dulu. Saat ia sudah
ditinggalkan selama-lamanya oleh ibunya.
Setelah mark selesai bergulaat dengan
pikiran-pikiran masa lalu nya, bel rumahnya pun berbunyi. Cepat-cepat ia menuju
kearah pintu. Yang barusan sosok yang ia pikirkan pun sudah ada tepat
dihadapannya. Yap! Dialah min young yang sedang di hadapan mark saat
ini.mungkin Doa nya barusan dikabulkan oleh tuhan.
Secepat kilat mark menarik tubuh mungil min
young kedalam pelukannya. Min young pun tidak tinggal diam. Ia juga mencoba
memeluk tubuh mark.
Setelah cukup lama mereka berpelukan,mark
pun meraba-raba wajah min young. Mark sangat takut jika adiknya-minyoung,
terluka ataupun sejenisnya. Mark menatap sendu kearah wajah min young . menatap
wajah sendu min young, ia pun menatap sendu kembali kearah min young takala ia
melihat segaris luka di pipi min young yang sudah di beri plester. Sehun lah
yang telah mengobati luka-luka lebam di pipi,siku dan lutu min young.
Akhirnya mark pun menyuruh min young untuk
masuk kedalam rumah. Setelah itu ia menatap seorang pria yang tadi datang
bersama min young. Yap itu sehun. Mark pun menatap sehun, dengan meminta
penjelasan kepada sehun. Sebenarnya apa yang telahterjadi?. Akhirnya sehun pun
menceritakan semua kejadian semalam. Dimana ia menemukan sosok min young di
tengah jalan besar yang sangat gelap gulita tanpa penerangan lampu dan
menjelaskan kepadanya jika semalam ia telah membawa min young ke rumah nya.
Karena saat itu sehun tidak tega melihat keadaan min young.
********************************
Next Days
Sehun pun kembali menjalani aktivitas nya
seperti biasa. Tinggal di dorm . ia pun menceritakan kejadian-kejadian 6 hari
yang lalu kepada para member EXO-K lainnya. Tentu saja member EXO-K minus
Sehun, terkejut bukan main.
“pantas saja 1 hari itu kau tidak ada di
dorm…” celetuk Kai.
“ kau tahu?? Manager hyung memarahi kami…
gara-gara kau” saat ini gentian chanyeol lah yang angkat suara.
“tapi,, untung saja kau dapat menyelamatkan
adik sahabat ku hun..” ucap baekhyun.
Sementara D.O yang juga berada diruangan itu
pun hanya diam. Diam bukan berate ia memikirkan sesuatu. Di dalam otaknya
sekarang masih dipenuhi oleh keadaan min young saat ini. Saat sehun meceritakan
kejadian itu, D.O tidak dapat menyembunyikan rasa ke khawatiran nya setengah
mati.
***************************
Next Day
-practice
room-
Hari ini sehun terlihat lesu. Hari ini
adalah hari H, dan ia akan bertarung dengan pria itu. Siapa lagi kalau bukan
jungkook.
Selesai latihan dance, semua member EXO-K pun
berlari kearah pinggir ruang latihan tersebut.
Ada yang sedikit merenggangkan tubuhnya karena lelah setelah melakukan
latihan ini, ada yang berkutat dengan ponselnya. Dan ada yang sedang meminum
air mineral, sekedar untuk menghilangkan rasa haus di tenggorokan.
“sebentar lagi waktunya” gumam sehun dalam hati.
Dengan secepat kilat , sehun merapikan
peralatan-peralatan yang tergeletak tenang di lantai ruangan tesebut. Dan
memasukannya ke dalam tas nya dengan langkah terburu-buru. Membuat semua member
pun memerhatikan gerak-gerik sehun.
“yak! Maknae kau akan kemana?” Tanya suho.
Sedangkan orang yang ditanya hanya diam, dan sibuk membereskan
barang-barangnya.
“yak! Kau mau kemana??” kini D.O lah yang
mulai angkat suara.
“orang tua ku mengirim ku SMS, bahwa sepupuku
mengalami kecelakaan” jawab sehun itulah kebohongan sehun. Ia harus bertemu
dengan pria itu sekarang juga di sirkuit balap motor, yang sudah mereka
sepakati, untuk betanding di sana.
“ aku pamit” lanjut sehun sambil melirik
kearah D.O. dengan tatapan dinginnya. Setelah pamit dengan para hyungdeulnya.
Sehun pun bergegas pergi menginggalkan ruang latihan tersebut. Dengan berlari
kecil, sehun pun menaiki mobil yang terpakir rapi di parkiran. Ia pun sedikit
mengendap-endap. Ia takut jika para hyundeul dan fans-fans yang sudah stand by
di depan gedung manajemenya itupun
mengetahui gerak-gerik sehun.
Setelah merasa aman, sehun pun meninggalkan
gedung tersebut. Pertama, ia harus
pulangkan ke rumah nya terdahulu. Untuk menyiapkan peralatan yang akan ia
gunakan nanti. Setelah setengah jam pas. Ia sudah mempersiapkan semua
peralatannya.
Akhirnya ia pun mengirim pesan kepada Pria
yang akan menjadi Rival nya ini –jungkook.
To : jungkook
Persiapkanlah dirimu.
Setelah
mengirimkan pesan singkat kepada jungkook, sehun pun segera bergegas pergi
ketempat tujuannya itu. Sekali lagi ia harus ekstra hati-hati, karena ia takut
jika ada fans-fansnya yang melakukan hal bodoh ini. Yap melakukan suatu
balapan. Bisa-bisa menjatuhkan nama baik EXO dan nama baik dirinya.
******************************
Di lain tempat, jungkook sudah stand by di
sirkuit tersebut. Ia sangat takut jika dalam pertarungan ini ia gagal. Berarti
ia gagal untuk mendapatkan min young. Tentu saja min young tidak mengetahui hal
ini. Hal dimana jungkook dan sehun bertarung untuk mendapatkan minyoung.
“maafkan aku young” lirih jungkook pelan,
nyaris tidak terdengar. Lagi pula siapa yang akan mendengar lirihan nya itu?
Karena sirkuit ini saja hanya dirilah nya, yang berada disini. Mungkin bukan
dirilahnya juga yang berada disini. Jika sehun datang, makan aka nada dua orang
yang berada di sirkuit balapan ini.
Memang terlihat aneh. Ketika kita melihat
suatu pertarungan balap motor tanpa ada penonton maupun juri.
Setelah 5 menit jungkook berdiam diri di
situ sendiri . akhirnya sehun tiba dengan motornya. Lalu jungkook pun
menghampiri sehun dengan motornya.
“apakah sekarang?” Tanya jungkook pelan. Ia
saat ini sangat takut, jika ia gagal dalam pertarungan ini.
“hmmm” sehun hanya mengangguk.
“oke, Kumulai . peraturannya adalah, kita
mengelilingi 3 putaran sirkuit ini. Siapa yang cepat tiba di garis finish itu!
Ia akan menang” ucap sehun.
“hmm baiklah” jungkook pun hanya mengangguk.
“untuk tidak terjadi percurangan, aku
memanggil temanku untuk menjadi juri di pertarungan” ucap sehun sambil menunjuk
kea rah orang yang dimaksud dengan ekor matanya. Jungkook pun hanya mengikuti
arah pandang sehun. Ia mendapati pria dengan tpi yang bersarang di kepalanya,
yang sedang memandang mereka berdua yaitu sehun dan jungkook. yap dia adalah
joon ho, sahabat karib sehun
“baiklah akan ku mulai pertarungan ini” ucap
joon ho.
Setelah joon ho menjelaskan peraturan kepada
sehun jungkook, akhirnya ia siap mengambil aba-aba di tengah-tengah lintas
balapan ini.
“ku hitung ya!!” teriak joon ho lumayan
kencang. Sedangkan jungkook dan sehun hanya mengangguk sambil berpandangan satu sama lain. Sehun menatap
jungkook dengan tatapan dingin dan menusuk. Begitu pula sebaliknya jungkook
menatap sehun, dengan tatapn menusuk.
“memang terasa aneh jika aku, seorang
sehun.mengikuti balapan ini, tapi jangan salah.. dulu waktu aku SMA kelas 2
sering balapan dengan kawanku, dan aku yang selalu keluar sebagai pemenang” ucap
sehun dalam hati nya.
“tiga….”
“dua….”
“satu…”
“Go…” teriak joon ho lantang. Akhirnya
jungkook dan sehun pun menancapkan gas. Saat ini posisi Sehun berada di depat.
Hingga 2 putaran ini, sehun masih berada posisi di depan jungkook.
Sehun pun begitu mewanti-wanti, takut jika
jungkook dapat membalapnya, hingga ke 3
putaran ini
Di rasa cukup 10 menit, karena lintas sirkuit
ini benar-benar panjang dan luas. Akhirnya sampai lah puncak putaran ketiga.
Sehun pun menganga, karena jungkook membalapnya dan sekarang jungkook lah yang
berada di posisi depan.
“shittt” gumam sehun pelan.
Jarak pun tinggal 300 meter lagi untuk
mencapai garis finish. Masih jungkook lah yang berada di posisi depan. Namun
sehun gagal saat ingin membalap posisi jungkook. sehun sempat berpikir ‘dimana
semua keahlian balapan ku saat SMA
dulu?’
Jungkook pun terus berdoa dalam hati, saat
100 meter lagi ia akan sampai puncak finish. Doa itu pun akhirnya terkabulkan
oleh tuhan. Jungkook tersenyum. Akhirnya ialah yang menjadi juara saat ini. Ia
pun memberhentikan motornya setelah melewati garis finish. Dan disusul oleh
sehun.
Mereka berdua pun melepaskan helm
masing-masing. Jungkook masih saja mengembangkan senyumannya. ‘akhirnya aku
menang’ pikir jungkook. sehun pun hanya menatap jungkook dengan tatapan
menusuk.
“ hei bintang! (maksudnya bintang dini
adalah bintang= idola yaa readers hehe) sudah jelas bukan?” ucap jungkook
dengan nada meremhkan. Dengan sehun hanya memeberikan tatapan membunuh kepada
jungkook.
“Tunggu pembalasanku” ucap sehun dari dalam
hatinya. Sehun hanya memasang wajah masam dan membuang muka kearah lain, ia
sangat muak melihat kemenangan jungkook.
“kuharap kau sadar… dan jauhilah gadisku”
ucap jungkook dengan nada menusuk.
“shitt!!” gumam sehun pelan. Setelah muak
melihat atas kemenangan jungkook, sehun pun menacapkan gasnya dan segera
meninggalkan lokasi itu bersama joon ho.
*******************************
Next Day
-sehun room-
Hari ini semangat sehun benar-benar down. Setelah pertarungan kemarin melawan
jungkook, ia hanya menerima pil pahitnya.
“arghhhh” sehun pun mencoba menggenggam
selimut yang ia gunakan dengan kuat. Sebagai penyalur rasa amarahnya.
“kau telah membuat ku Gila! Michiseyo!” ucap
sehun pelan.
Yeah, seminggu ini EXO-K tidak ada jadwal.
Jadi, seluruh member EXO-K diperizinkan pulang oleh manager hyung. Dan
memperizinkan seminggu ini untuk EXO-K menghirup udara segar.
“Shitt, hatiku rapuh tanpamu” ucap sehun
sambil mengacak-acak rambutnya pelan. Karena sehun yang begitu bosan, karena ia
di rumah sendiri.
“orang tua macam apa.. yang selalu
mencampakan anak” pikir sehun geram. Saat ini pikirannya bertambah kacau.
Ditambah lagi kedua orang tuan nya yang selalu meninggalkan rumah, untuk
berbisnis di luar kota.
“tidak cukupkah honorku untuk kalian ck…”
gumam sehun pelan sambil memandang remeh kearah jendela kamar nya. Akhirnya
sehun pun bangkit dari kamarnya daan berjalan menuju lantai 1. Ia menemukan
Shin ajhumma-pembantunya, tengah membereskan meja makan.
Sehun pun menghampiri shin ajhumma “eumm…
ajhumma” panggil sehun sopan di samping shin ajhumma.
“oh ya tuan,bisa saya bantu?” Tanya shin
ajhumma pelan dan sopan.
“ajhumma,,, aku akan keluar sebentar. Jadi…
jika appa/ eomma menelponku. Bilang saja aku tidak ada di rumah ne…”jelas sehun
sembari memberikan senyum kepada shin ajhumma.
“tapi tuan, tuan oh tidak mengizinkan anda
keluar rumah saat ini…” ucap shin ajhumma takut-takut kearah sehun.
“jebal ajhumma… aku sangat bosan dirumah”
mohon sehun.
“baiklah tuan” ucahp shin ajhumma lembut .
Akhirnya sehun pun mengambil kunci mobil nya
dan berjalan kerah garasi nya.
Ia pun juga bingung kemana ia akan pergi. Ia
pergi karena ingin menenangkan pikiran dan merenggakan sedikit tubuhnya untuk beristirahat
sejenak dari kegiatan-kegiatan akhir-akhir ini yang dijalani oleh EXO-K.
Akhirnya tujuan sehun membawanya ke taman
kota. Dimana gadis itu yang memperkenalkan taman ini kepada nya. Ia pun
memakirkan mobil nya,dan berjalan menuju taman itu.
Sehun pov
Taman ini… taman dengan seribu kenangan
bersamanya. Taman inilah yang memperkenalkan ku lebih dekat dengannya. Di taman
inilah aku yang selalu melihat gerak dan gerik gadis itu lakukan.
Tapi itu semua harapan palsu, yang sudah
hilang disapu,k angin setiap waktu. Aku melangkahkan kaki ku menuju lebih dalam
lagi ke taman ini.
Aku terkejut hebat,melihat gadis yang baru
saja kupikirkan berada di depan pelinghatanku. Dada ini… dada ini sangat sesak.
Jungkook Pov
Hari ini hari minggu. Aku sebenarnya berniat
untuk mengajak gadisku eumm maksudku, min young. Ke taman kota. Tadinya aku
ingin mengajak min young menuju kedai pamanku. Tapi kedai cabang pamanku yang
di daerah ini malah tutup. Yasudah kuputuskan mengajak min young saja ke taman kota.
Kami sedang berjalan bersama saat ini, aku
benar-benar canggung. Aku mencoba untuk menggapai jari-jari min young yang ku
genggam. Ia pun tidak menolak, dan sedikit tersentak saat jari-jari ku dapat
meraih jari-jarinya.ia hanya menundukan kepalanya haha. Wajahnya bagaikan bak
kepiting rebus haha. Aku hanya tersenyum puas kearah nya.
Aku pun mengajak nya ke bangku taman itu.
Sebenarnya aku ingin mengungkapkan perasaan ku ini kepadanya.tapi hati ku
berkata lain. Mungkin aku harus menjaganya dan bersabar.agar gadis di sampingku
ini tidak di rebut oleh orang lain.
Kami pun akhirnya mengobrol-ngobrol
sebentar. Sesakali aku melontarkan lelucon-lelucon garing kepadanya. Tapi
dengan mudah sekali min young tertawa. Tiba-tiba pandangan min young beralih ke
suatu arah.akupun mencoba mengikuti,pandangan yang ia tuju.
“oh ternyata ia memandangi toko es krim
itu” pikirku.
Aku pun segera menepuk bahu nya pelan, dan ia
terkejut dan langsung memandangku dengan tatapan manik mata polosnya itu.aku
pun berdiri dari bangku ini,dan berdiri di hadapan gadis kecil di sampingku
“kau jangan kemana-mana ne gadis kecil”
ucap ku.sambil mencubit hidung nya. Sedangkan ia hanya meringis, memegang
hidungnya.
“jangan pergi kemana-mana ne, nanti kau
hilang hehe” ucap ku langsung mencubit pipi ya yang sedikit chubby itu. Aku pun
segera pergi dari tempat itu. Aku berinisiatif untuk membelikan es krim untuk
nya.
Toko es krim ini, lumayan ramai. Sehingga
aku harus mengantri sebentar.
Akhirnya aku sudah menggenggam 2 es krim ini
di jari-jariku. 1 strawberry dan 1
vanilla. Akupun tersenyum bangga memandang es krim ini ditanganku.
Akupun segera berlari kecil untuk
mengunjung min young. Saat pandanganku melihat min young dari kejauhan. Aku
terkejut, pria itu sedang bersama min young. Pria yang selama ini menjadi rival
ku.
Aku pun mencoba mengintip di balik pohon.
Aku melihat pria itu-sehun. Mencoba menarik-narik tangan min young.
Author pov
Saat sehun berada di taman, ia melihat min
young duduk di bangku taman ini sendiri. Tanpa pikir panjang,sehun pun
menghampiri min young. Dengan kata lain
‘syukurlah aku menemukan nya’ batin sehun.
Ia pun sekarang berada di depan min young.
Min young pun yang belum menyadari keberadaan sehun di hadapannya. Kini pun
beringsut,mendongat keatas untuk melihat siapa yang ada di hadapannya ini.
Min young mendapatkan tatapan dingin
itu.sehun pun tanpa aba-aba langsung saja memeluk tubuh mungil gadis yang
berada di hadapannya. Min young pun terkejut, saat tangan kekar sehun
melingkarkan di punggungnya.
“hajima…” lirih sehun pelan. Nyaris tidak
terdengar oleh min young. Min young pun mencoba mendongak keatas. Untuk menatap
wajah sehun. Wajah yang dingin begitu saja mencair jika berada di hadapan min
young.
Sedetik kemudian, sehun mencengkram tangan
kecil min young. Membuat sang empunya bertanya-tanya ‘mengapa kau menarik
tanganku?’
Min young pun berusaha menariknya kembali.
apadaya,tenaga lelaki lebih besar dari tenaganya.
‘oppa hentikan, cengkramanmu. Tanganku
sakit’ batin min young,sambil mengarahkan pandangannya kepada sehun. Sehun
tiba-tiba menatap dingin kembali kearah min young.
“kajja” ucap sehun kini melembut sambil
menarik tangan min young, untuk membawanya pergi.Tetapi min young tetap saja
mengumpulkan seluruh tenaganya untuk menahan tangan sehun yang mencoba membawa
nya pergi.
Min young teringat kata-kata jungkook
kepada nya. Bahwa ia tidak boleh pergi kemana-mana.
“Yak!!! Lepaskan!! Nappeun namja” teriak jungkook dari kejauhan. Akhirnya mereka
berdua-sehun min young,pun menoleh kearah jungkook. saat min young
lengah,dengan kesempatan ini. Sehun menarik tangan min young dan membawa nya
pergi.
“yak! Lelaki kurang ajar” jungkook pun
menjatuhkan kedua es krim nya, dan mencoba mengajar sehun dan min young.
Sedangkan min young hanya menoleh kearah jungkook dan meminta pertolongan ke
jungkook. dengan tangan yang masih di tarik kuat oleh sehun.
“yak, hentikan!” teriak jungkook lantang
sambil berlari mengejar min young yang sedang dibawa pergi oleh sehun.
‘oppa appoyo’ batin min young lirih.
Min young masih saja memutar kepalanya dan
mencoba meminta pertolongan jungkook.
“OPPA AWAAASSSS!!!!!” ucap min young
lantang, tanpa menimbulkan suara sedikitpun. Waktu terasa terhenti. I..ia tidak
percaya apa yang terjadi di belakangnya saat ini. Jungkook terkapar di tengah
jalan. Truk besar telah menghantam tubuh jungkook,sehingga jungkook terpental
Sehun yang merasa mendengarkan dentuman
besar di belakangnya,pun terhenti dan menoleh kebalakang. i…ia tidak percaya
akan pemandangan di hadapannya ini. Ia pun segera menghampiri kecelakaan itu,
yang telah memakan korban jungkook.
Min young pun berdiri di hadapan sehun,
dengan tatapan tidak percaya dan benci kepada sehun. Ia pun mendorong tubuh
sehun sedikit kasar,dan menghambur pergi ke tengah-tengah tempat kecelakaan
itu.
Min young pun segera melewati kerumunan
orang-orang, yang melihat ‘siapa korban kecelakaan ini?’ batin mereka
masing-masing.
Setelah berhasil melewati sempitnya
jalan,yang telah di kerumuni banyak orang. Kaki min young melemas di hadapan
jungkook. tangisan min young pun semakin kencang,saat melihat darah yang
berlumuran di tubuh jungkook.
Min young pun segera menopang kepala jungkook
di atas pahanya. Ia pun mengelus puncak kepala jungkook . jungkook pun hanya
mengelus pipi min young sambil menahan rasa yang benar-benar sakit di tubuhnya.
Min young pun semakin pecah tangisnya,melihat jungkook yang merintih kesakitan.
‘hikss…oppa jangan tinggalkan aku oppa
hikss…’ batin min young memohon.
‘hikss…tuhan, jangan kau ambil nyawa orang
yang kusayangi. Tuhan jangan ambil nyawa jungkook oppa hikss… hikss…
Jungkook pun hanya melemparkan senyum lemah.
Saat air mata min young mulai berjatuhan derasa di pipi jungkook. jungkook pun
mengusap air mata min young lembut.
“ka..kau jaga di..diri ba..baik-ba..baik
ne” ucap jungkook sambil menampilkan senyum lemahnya di pangkuan min
Jungkook pun hanya melemparkan senyum lemah.
Saat air mata min young mulai berjatuhan derasa di pipi jungkook. jungkook pun
mengusap air mata min young lembut.
“ka..kau jaga di..diri ba..baik-ba..baik
ne” ucap jungkook sambil menampilkan senyum lemahnya di pangkuan min young. Min
young benar-benar tangis nya semakin pecah. Saat jungkook mengatakan hal itu.
“sa…sa..rang..ha..hae” ucap jungkook lirih.
dan menutup matanya,deru nafasnya pun sudah tidak terdengar.Min young pun
menangis histeris. Ia pun memeluk tubuh jungkook. dan membenamkan kepala
jungkook di dadanya.
‘oppa hikss..hikss.. jangan tinggalkan aku’
Jungkook : “ I'm sick ...
God indeed has taken through out my
life ...
see you smile, it is a my current
happiness.
goodbye baby…”
Sehun pun yang menatap mereka, hanya
tersenyum getir.
‘ini semua kesalahanku’ batin sehun. Ia pun
tidak dapat menahan tangisnya. Ia menangis dalam diam.
‘aku sekarang menjadi orang jahat’ lirih
sehun dalam hatinya.
Akhirnya mobil ambulan datang dan memawa
jungkook pergi ke rumah sakit, untuk menjalani otopsi. Disusul oleh min young
yang berada di dalam mobil ambulan. Tak pula disusul oleh sehun dengan
mobilnya. Menuju rumah sakit.
********************************
-1 minggu
kemudian-
Min young terus saja melamun, duduk di
balkon rumahnya. Ia masih mengingat dimana kejadian seminggu yang lalu. Dimana,
jungkook terakhir menutup mata untuk selama-lamanya. Batin min young terpuruk.ia
begitu perih,saat melihat jungkook yang berlari demi mengejarnya dan akhirnya
ia kecelakaan.
‘tuhan… mengapa? Mengapa kau mengambil nyawa
orang-orang di sekitarku’ batin min young. Min young pun tetap tidak dapat
menahan tangisnya. Terlalu sulit baginya, saat ia di tinggalkan oleh orang yang
ia cintai.
Min young
pov
Ya tuhan… kenapa kau tidak ambil saja
nyawaku…
Aku rela membagi umurku dengan jungkook oppa
hikss..hikss…
Aku ingin
merasakan, jika aku wisuda kelulusan SMP nanti,ada orang-orang yang ku sayangi
ke acara kelulusan ku nanti hiksss….hikss…
Tuhan… aku ingin ke surga bersamanya….
Aku hanya
merenung kesedihanku,di kursi balkon kamarku. Ini terlalu cepat bagiku.
Aku sedikit terkejut, ketika melihat sehun
oppa duduk di sampingku.
“o..o..oppa?” aku hanya menganga lebar. Sehun
oppa hanya memperlihatkan kesedihan di wajahnya. Ia pun menatap nanar ke
arahku.
“mianhae…” ucapnya lirih,hingga tidak
terdengar sama sekali di telinga ku. Aku juga mengerti perasaan sehun oppa saat
ini. Ia pasti sangat shock.
“aku memang manusia keji” lanjutnya lagi.
A…aku benar-benar sakit. Melihat orang-orang di sekitarku beradu dalam
tangisan.
Aku hanya mengangguk lemah. Segera aku
mengamambil note,yang berada disampingku. Aku segera menuliskan kata-kata untuk
ku serahkan kepada sehun oppa.
‘mungkin
tuhan sudah mengambil jalan yang terbaik oppa…’ ku tuliskan kata-kata tersebut
di note ku.
Ia hanya menatapku nanar, dan segera
memelukku.akupun tidak membalas pelukannya. Hatiku semakin takut, jika orang
yang kusayangi di sekitarku akan menghilang dari hadapanku.
Author pov
Hari
ini,sehun memutuskan untuk kerumah min young. Ia rela meninggalkan waktu
sibuknya di EXO-K. sampai-sampai ia terkena omelan dari managernya.namun,’masa
bodoh’ baginya.
Ia pun meminta izin kepada mark, untuk pergi
kelantai 2.lebih tepatnya pergi ke kamar min young.
Mark
sebenarnya juga tidak percaya atas kejadian seminggu yang lalu. Seorang
jungkook telah tiada. Ia pun tak dapat menahan tangisnya,saat di pemakaman
terakhir jungkook. seminggu yang lalu.
Setelah sehun meminta izin kepadanya,mark
hanya mengangguk. Bisa saja sehun mencoba untuk menghibur min young jika mereka
saling bertemu.
****************************
-1 bulan
kemudian-
Hari ini,hari kelulusan min young. Setelah
melakukan tantangan dan kerja keras yang sudah di hadapi min young selama 3
tahun di SMP,akhirnya ia dapat mlanjutkan jenjang pendidikannya ke tingkat SMA.
Hari ini,merupakan hari kebahagiaan min young.
Tak lupa juga dengan kehadiran ayah dan
kakak min young. Tentu saja kita tidak akan lupa dengan kehadiran sehun dan
member EXO-K lainnya. Mereka pun berfoto bersama, sesekali tertawa dan bercanda
ria.
Hingga akhirnya, acara kelulusan pun telah
selesai. Aula juga sudah terlihat sepi. Tetapi tidak dengan min young dan
sehun. Mereka masih berada di area sekolah ini. Tuan wen, mark dan member EXO-K
pun sudah memutuskan untuk pulang kerumah 30 menit yang lalu.
Sisalah sehun dan min young di sekolah ini.
Saat ini sehun dan min young berada di taman belakang sekolah. Setelah habis
melepaskan rasa kegembiraan atas kelulusannya hari ini.
Sehun pov
Hari ini,adalah hari kebahagiaan bagi gadis
yang berada di sampingku.ia masih saja mempertlihatkan senyum-senyum
kekembiraanya saat ini. 2 menit kemudia kami di landa oleh keheningan.
Tiba-tiba lengan kiriku di sentuh oleh jari-jari min young . reflex aku
menengok kearahnya.
Aku merindukan senyuman itu…
‘oppa,terima kasih sudah datang ke acara
kelulusanku’
Akupun hanya tersenyum melihat kata-kata yang
baru saja ia tulis di note kecil, yang selalu ia bawa kemana-mana.
“ne” balasku lembut dan mencubit hidung nya.
Membuat ia sedikit meringis kesakitan.
Akupun mencoba untuk mendekati wajahnya
perlahan,reflek ia memundurkan tubuhnya sedikit kebelakang.
Aku hanya memberikan senyum nakalku
kearahnya. Membuat ia sedikit ketakutan,dan bertanya kepadaku bahwa ‘apa yang
akan oppa lakukan?’
Aku pun terus saja memajukan tubuhku hingga
jarak kami kurang dari 5cm. aku dapat merasakan deru nafas gadis yang berada di
hadapanku ini.aku mendengar detak jantungnya yang 3X lebih cepat dari biasanya.
Aku pun mencoba memiringkan sedikit
kepalaku,untuk merasakan bibir mungil miliknya. Akhirnya aku dapat merasakan
bibir mungilnya. Akupun mencoba lidahku bermain di sekitar bibirnya.ia hanya
diam dan tak membalas ciumanku.
Akhirnya aku melepaskan tautan bibirku
dengan bibirnya. Ia hanya memandang lurus kearahku. Dengan pandangan kosong. Ia
terlihat begitu shock saat aku telah merasakan tautan dengan bibirnya.
“saranghae…” ucapku lembut. Sedangkan ia
hanya mengucek kedua matanya dengan kedua tanganya. Polos sekali wajah ini.
“do you be mine?” tanyaku lembut. Sedetik kemudian,
ia hanya menangguk malu-malu. Akupun kembali merangkulnya.
******************************
Hari mulai semakin sore. Berarti,aku sudah 2
jam berada di taman ini. Taman ini sangat sepi, tinggal aku berdualah dengan
gadis yang disampingku. Yang notabane nya telah menjadi kekasihku.
Seperti nya ia mengantuk. Setiap kali ia
selalu memejamkan matanya,namun tidak dapat menahan tubuhnya.sesekali ia akan
terjatuh,saat akan menuup matanya untuk tidur. Akupun mencoba merangkul gadisku
ini, dan perlahan ku gendong ia kedalam gendonganku. Akupun berjalan menuju
pagar sekolah ini. Dan membawanya pulang.
Min young : “maybe I'm selfish ...
never thought about the
feelings of others.
people who have loved
me though”
sehun : “too difficult, if we are
trapped by feelings of love…
I will try as much as my life
....
to make it her comfortable to
be next to me ...
I love you baby….”
END


Tidak ada komentar:
Posting Komentar