Jumat, 11 April 2014

LITTLE VOICE (chapter 10/END)


LITTLE VOICE (chapter 10/END)






















Author : sehunpinku

Cast : Kang Min young (you)

            EXO-K member

             Mark GOT7 ,

             jungkook BTS

         

Genre : Romance , sad , family

Other cast : kim ajhussi, kim ahra, wu yi fan(EXO kris).

PS : ini dia hasil FF chapter 10, ini last chapternya nya hehehe , ini FF garing banget hehehe . don’t plagiat J happy reading. dan 1 lagi, aku tidak pandai mengolah poster,jadinya seperti ini >_<


 ******************************

  

  Matahri pun mulai terbit dari timur dengan langkah malu-malu . sinar nya pun bergerak bebas memasuki celah-celah kamar sehun yang sekarang sedang di huni oleh min young . hingga malam yang lalu sampai menjelang pagi ini, min young belum membuka matanya. Ia masih ditemani oleh mimpi-mimpi alam bawah sadarnya.

    Sehun pun perlahan membuka knop pintu kamarnya,dengan membawa sepiring nampan dengan semangkuk bubur ditambah segelas air putih. Sehun pun mencoba membangkunkan min young. Karena dari semalam ia belum sedikitpun mengisi perutnya dengan makanan. Sehun takut jika nantinya tubuh min young melemas.

   “young…”  sehun pun menepuk-tepukan pelan pipi kiri min young.
   “young…” ucap sehun kembali.
   “engggg…ennggg” lirih min young sambil membukakan kedua matanya. Setelah min young 
benar-benar membuka matanya, ia hanya mendapat ekspresi sehun yang tersenyum kepadanya. 2 detik kemudia pun sehun mengacak-ngacak puncak rambut min young pelan.

   “ good morning kecil…” sapa sehun. Sedangkan sehun hanya menganga hebat. Seingat nya semalam ia hanya bertemu dengan sehun, dan tidak ingat kembali kejadian selanjutnya. Min young pun akhirnya berpikir keras. Bukankah sekarang ini sehun membencinya? Buktinya saat terakhir kali min young main ke dorm saja, ia diacuhkan oleh sehun. Tetapi mengapa sekarang sehun sangat perhatian sekali kepada dirinya.

Min young pov


   Aku merasa diriku ini jahat. A…aku sudah melukai hati seseorang, yaitu sehun oppa . tapi apa yang dibalas sehun oppa sekarang ini? i..ia bahkan telah menolongku. Mungkin saja jika tidak ada sehun oppa, aku  tidak akan hidup dengan namaku ini.

   Aku hanya memerhatikan gerak-gerik sehun oppa yang sedang menyiapkan 1 suapan bubur untuk ku, aku hanya memandang nya.

   “kau harus makan dulu young” ucap sehun oppa lembut kepadaku. Oh tuhan aku telah mengecewakan hati seseorang yang sangat baik hati ini, di hadapanku.
   “Aaaaaaa” ucap sehun oppa lembut  dengan senyum tulusnya, yang di berikan kepadaku. aku merasa jika diriku ini adalah wanita terkejam di dunia. Aku tak dapat menahan air mataku yang telah mencapai pelupuk mataku. Aku mengingat kejadian lalu di café dengan sehun oppa.


Author pov


  Min young pun tidak dapat menyembunyikan air matanya yang sudah ia tahan. Ia pun menangis pelan dengan wajah tertunduk dan menutupi seluruh wajahnya dengan ke-dua telapak tangannya.

   Sehun yang berada di hadapannya, pun hanya termenung. Ia bingung, mengapa ia menangis?pikirnya. perlahan sehun menaruh semangkuk bubur itu dan menaruhnya di meja samping tempat tidurnya itu .

   Ia pun memegang kedua bahu min young yang bergetar hebat. Min young masih tertunduk dan menutupi wajahnya, dengan kedua tangan-nya.

   “uljimaaa” sehun pun mengelus pelan bahu min young. Dan mencoba untuk mengangkat wajah min young yang ia sengaja tundukan.

   Min young perlahan-lahan mendongakan tubuhnya. Tetapi min young tidak berani menatap mata hazel milik sehun. Jika min young melihat dan bertatapan langsung dengan sehun, ia  merasa menjadi wanita terkutuk. Yang tidak tahu diri.

   “makanlah young… kau belum makan dari semalam” ucap sehun kembali. Kali ini nada bicara sehun semakin lembut dari sebelumnya.

   Akhirnya min young membuka mulutnya, ketika sehun menyuapi semangkuk bubur kepada min young. Min young pun semakin tidak kuat ketika melihat wajah itu lagi. Melihat wajah sehun tentunya.
  Min young pun berpikir, bahwa ia hanyalah seorang gadis manja dan cengeng. Yang tidak tahu diri.


***************************

-di lain tempat-


    Di kediaman tuan wen. Seluruh penghuni kediamannya pun di landa oleh oleh ke-khawatiran yang sangat-sangat khawatir . bagaimana tidak? Min young tidak kembali pulang kerumah dari sore kemarin hingga siang ini. Terakhir , Setelah ia meminta izin kepada mark untuk beralasan, -akan melaksanan tugas kelompok, bersama- tetapi yang di tunggu kedatangan nya pun nihil. Kini batang hidungnya saja sudah tak terlihat, ya siapa lagi jika bukan min young.

   “kenapa nomor nya tidak dapat dihubungi?” Tanya mark dalam hati nya. Ia pun segera menghampiri ayah nya-tuan wen.

   “appa, aku sudah mencoba menelpon  nya yang ke-20 kali . seperti nya ponsel nya mati” ucap mark kepadah ayahnya.

   “appa ! sebaiknya kita laporkan saja ke polisi, sudah semalaman ia tidak pulang” tutur mak lagi. Kini pikiran nya hanyalah di penuhi oleh nama min young.

  “tunggu dulu nak, kau tidak bisa sepenuhnya melaporkan kepada polisi” tutur tuan wen, yang tidak bisa lagi menutup rasa kekawatiran nya.

  “kita belum mencoba mencari nya selama 24jam ini. Sebelum kita lapor” ucap tuan wen . dan mencoba untuk menenangkan mark yang sangat ini khawatir. Namun tuan wen lah yang khawatirnya hingga setengah mati. Merekan pun hanya menghembuskan nafasnya kencang dan mencoba bersender pelan kea rah sofa.

   Tuan wen dan Mark yang sangat khawatir pun, semalam berusaha mencari sosok kecil min young ke sekolah. Namun nihil, sekolah saja sangat sepi dan gelap. Akhirnya ia melanjutkan mencari min young menuju kedai kim ajhussi. Namun lagi-lagi usaha mereka gagal. Hingga akhirnya mark pun mengajak ayahnya untuk mencoba mencari nya ke rumah jungkook. namun lagi-lagi gagal usahanya untuk mencari min young pun gagal.

    Bahkan jungkook saja sudah 3 hari tidak menemui sosok min young. Saat ia mendengar penjelasan dari mark bahwa min young sudah 6jam tidak pulang kerumah pun, sangat terkejut. Akhirnya ia pun mencari min young bersama mark dan tentu pula dengan tuan wen.

   “akhhh!! Kakak macam apa aku ini?” Tanya mark kencang.seperti nada putus asa nya. Ia merasa jika akan kehilangan sosok kecil min young. Sejak min young berada di rumah ini, susasana di rumah ini pun menjadi memiliki aura-aura yang tenang. Sosok min young lah yang telah membuatnya menjadi seorang mark, yang tidak kesepian seperti dulu. Saat ia sudah ditinggalkan selama-lamanya oleh ibunya.

   Setelah mark selesai bergulaat dengan pikiran-pikiran masa lalu nya, bel rumahnya pun berbunyi. Cepat-cepat ia menuju kearah pintu. Yang barusan sosok yang ia pikirkan pun sudah ada tepat dihadapannya. Yap! Dialah min young yang sedang di hadapan mark saat ini.mungkin Doa nya barusan dikabulkan oleh tuhan.

   Secepat kilat mark menarik tubuh mungil min young kedalam pelukannya. Min young pun tidak tinggal diam. Ia juga mencoba memeluk tubuh mark.

   Setelah cukup lama mereka berpelukan,mark pun meraba-raba wajah min young. Mark sangat takut jika adiknya-minyoung, terluka ataupun sejenisnya. Mark menatap sendu kearah wajah min young . menatap wajah sendu min young, ia pun menatap sendu kembali kearah min young takala ia melihat segaris luka di pipi min young yang sudah di beri plester. Sehun lah yang telah mengobati luka-luka lebam di pipi,siku dan lutu min young.

    Akhirnya mark pun menyuruh min young untuk masuk kedalam rumah. Setelah itu ia menatap seorang pria yang tadi datang bersama min young. Yap itu sehun. Mark pun menatap sehun, dengan meminta penjelasan kepada sehun. Sebenarnya apa yang telahterjadi?. Akhirnya sehun pun menceritakan semua kejadian semalam. Dimana ia menemukan sosok min young di tengah jalan besar yang sangat gelap gulita tanpa penerangan lampu dan menjelaskan kepadanya jika semalam ia telah membawa min young ke rumah nya. Karena saat itu sehun tidak tega melihat keadaan min young.


********************************

Next Days


   Sehun pun kembali menjalani aktivitas nya seperti biasa. Tinggal di dorm . ia pun menceritakan kejadian-kejadian 6 hari yang lalu kepada para member EXO-K lainnya. Tentu saja member EXO-K minus Sehun, terkejut bukan main.

  “pantas saja 1 hari itu kau tidak ada di dorm…” celetuk Kai.

  “ kau tahu?? Manager hyung memarahi kami… gara-gara kau” saat ini gentian chanyeol lah yang angkat suara.

  “tapi,, untung saja kau dapat menyelamatkan adik sahabat ku hun..” ucap baekhyun.
 Sementara D.O yang juga berada diruangan itu pun hanya diam. Diam bukan berate ia memikirkan sesuatu. Di dalam otaknya sekarang masih dipenuhi oleh keadaan min young saat ini. Saat sehun meceritakan kejadian itu, D.O tidak dapat menyembunyikan rasa ke khawatiran nya setengah mati.


***************************

Next Day

-practice room-

   Hari ini sehun terlihat lesu. Hari ini adalah hari H, dan ia akan bertarung dengan pria itu. Siapa lagi kalau bukan jungkook.

  Selesai latihan dance, semua member EXO-K pun berlari kearah pinggir ruang latihan tersebut.  Ada yang sedikit merenggangkan tubuhnya karena lelah setelah melakukan latihan ini, ada yang berkutat dengan ponselnya. Dan ada yang sedang meminum air mineral, sekedar untuk menghilangkan rasa haus di tenggorokan.

   “sebentar lagi waktunya” gumam  sehun dalam hati.

  Dengan secepat kilat , sehun merapikan peralatan-peralatan yang tergeletak tenang di lantai ruangan tesebut. Dan memasukannya ke dalam tas nya dengan langkah terburu-buru. Membuat semua member pun memerhatikan gerak-gerik sehun.

   “yak! Maknae kau akan kemana?” Tanya suho. Sedangkan orang yang ditanya hanya diam, dan sibuk membereskan barang-barangnya.
   “yak! Kau mau kemana??” kini D.O lah yang mulai angkat suara.
 “orang tua ku mengirim ku SMS, bahwa sepupuku mengalami kecelakaan” jawab sehun itulah kebohongan sehun. Ia harus bertemu dengan pria itu sekarang juga di sirkuit balap motor, yang sudah mereka sepakati, untuk betanding di sana.

  “ aku pamit” lanjut sehun sambil melirik kearah D.O. dengan tatapan dinginnya. Setelah pamit dengan para hyungdeulnya. Sehun pun bergegas pergi menginggalkan ruang latihan tersebut. Dengan berlari kecil, sehun pun menaiki mobil yang terpakir rapi di parkiran. Ia pun sedikit mengendap-endap. Ia takut jika para hyundeul dan fans-fans yang sudah stand by di  depan gedung manajemenya itupun mengetahui gerak-gerik sehun.

   Setelah merasa aman, sehun pun meninggalkan gedung tersebut.  Pertama, ia harus pulangkan ke rumah nya terdahulu. Untuk menyiapkan peralatan yang akan ia gunakan nanti. Setelah setengah jam pas. Ia sudah mempersiapkan semua peralatannya.

   Akhirnya ia pun mengirim pesan kepada Pria yang akan menjadi Rival nya ini –jungkook.


To : jungkook
 Persiapkanlah dirimu.

   Setelah mengirimkan pesan singkat kepada jungkook, sehun pun segera bergegas pergi ketempat tujuannya itu. Sekali lagi ia harus ekstra hati-hati, karena ia takut jika ada fans-fansnya yang melakukan hal bodoh ini. Yap melakukan suatu balapan. Bisa-bisa menjatuhkan nama baik EXO dan nama baik dirinya.

******************************

  Di lain tempat, jungkook sudah stand by di sirkuit tersebut. Ia sangat takut jika dalam pertarungan ini ia gagal. Berarti ia gagal untuk mendapatkan min young. Tentu saja min young tidak mengetahui hal ini. Hal dimana jungkook dan sehun bertarung untuk mendapatkan minyoung.
  
 “maafkan aku young” lirih jungkook pelan, nyaris tidak terdengar. Lagi pula siapa yang akan mendengar lirihan nya itu? Karena sirkuit ini saja hanya dirilah nya, yang berada disini. Mungkin bukan dirilahnya juga yang berada disini. Jika sehun datang, makan aka nada dua orang yang berada di sirkuit balapan ini.
  
   Memang terlihat aneh. Ketika kita melihat suatu pertarungan balap motor tanpa ada penonton maupun juri.
  
 Setelah 5 menit jungkook berdiam diri di situ sendiri . akhirnya sehun tiba dengan motornya. Lalu jungkook pun menghampiri sehun dengan motornya.
    
  “apakah sekarang?” Tanya jungkook pelan. Ia saat ini sangat takut, jika ia gagal dalam pertarungan ini.
  
 “hmmm” sehun hanya mengangguk.
  
 “oke, Kumulai . peraturannya adalah, kita mengelilingi 3 putaran sirkuit ini. Siapa yang cepat tiba di garis finish itu! Ia akan menang” ucap sehun.
  
 “hmm baiklah” jungkook pun hanya mengangguk.
  
 “untuk tidak terjadi percurangan, aku memanggil temanku untuk menjadi juri di pertarungan” ucap sehun sambil menunjuk kea rah orang yang dimaksud dengan ekor matanya. Jungkook pun hanya mengikuti arah pandang sehun. Ia mendapati pria dengan tpi yang bersarang di kepalanya, yang sedang memandang mereka berdua yaitu sehun dan jungkook. yap dia adalah joon ho, sahabat karib sehun
  
 “baiklah akan ku mulai pertarungan ini” ucap joon ho.
   Setelah joon ho menjelaskan peraturan kepada sehun jungkook, akhirnya ia siap mengambil aba-aba di tengah-tengah lintas balapan ini.
  
 “ku hitung ya!!” teriak joon ho lumayan kencang. Sedangkan jungkook dan sehun hanya mengangguk sambil  berpandangan satu sama lain. Sehun menatap jungkook dengan tatapan dingin dan menusuk. Begitu pula sebaliknya jungkook menatap sehun, dengan tatapn menusuk.
  
  “memang terasa aneh jika aku, seorang sehun.mengikuti balapan ini, tapi jangan salah.. dulu waktu aku SMA kelas 2 sering balapan dengan kawanku, dan aku yang selalu keluar sebagai pemenang” ucap sehun dalam hati nya.
   “tiga….”
    
   “dua….”
   
   “satu…”
  
   “Go…” teriak joon ho lantang. Akhirnya jungkook dan sehun pun menancapkan gas. Saat ini posisi Sehun berada di depat. Hingga 2 putaran ini, sehun masih berada posisi di depan jungkook.
  
    Sehun pun begitu mewanti-wanti, takut jika jungkook dapat  membalapnya, hingga ke 3 putaran ini
  Di rasa cukup 10 menit, karena lintas sirkuit ini benar-benar panjang dan luas. Akhirnya sampai lah puncak putaran ketiga. Sehun pun menganga, karena jungkook membalapnya dan sekarang jungkook lah yang berada di posisi depan.
  
     “shittt” gumam sehun pelan.
   Jarak pun tinggal 300 meter lagi untuk mencapai garis finish. Masih jungkook lah yang berada di posisi depan. Namun sehun gagal saat ingin membalap posisi jungkook. sehun sempat berpikir ‘dimana semua keahlian balapan ku  saat SMA dulu?’
    
   Jungkook pun terus berdoa dalam hati, saat 100 meter lagi ia akan sampai puncak finish. Doa itu pun akhirnya terkabulkan oleh tuhan. Jungkook tersenyum. Akhirnya ialah yang menjadi juara saat ini. Ia pun memberhentikan motornya setelah melewati garis finish. Dan disusul oleh sehun.
   
    Mereka berdua pun melepaskan helm masing-masing. Jungkook masih saja mengembangkan senyumannya. ‘akhirnya aku menang’ pikir jungkook. sehun pun hanya menatap jungkook dengan tatapan menusuk.
   
  “ hei bintang! (maksudnya bintang dini adalah bintang= idola yaa readers hehe) sudah jelas bukan?” ucap jungkook dengan nada meremhkan. Dengan sehun hanya memeberikan tatapan membunuh kepada jungkook.

    “Tunggu pembalasanku” ucap sehun dari dalam hatinya. Sehun hanya memasang wajah masam dan membuang muka kearah lain, ia sangat  muak melihat kemenangan jungkook.
  
   “kuharap kau sadar… dan jauhilah gadisku” ucap jungkook dengan nada menusuk.
  
   “shitt!!” gumam sehun pelan. Setelah muak melihat atas kemenangan jungkook, sehun pun menacapkan gasnya dan segera meninggalkan lokasi itu bersama joon ho.


*******************************

Next Day

-sehun room-

   Hari ini semangat sehun benar-benar  down. Setelah pertarungan kemarin melawan jungkook, ia hanya menerima pil pahitnya.

   “arghhhh” sehun pun mencoba menggenggam selimut yang ia gunakan dengan kuat. Sebagai penyalur rasa amarahnya.

 “kau telah membuat ku Gila! Michiseyo!” ucap sehun pelan.

  Yeah, seminggu ini EXO-K tidak ada jadwal. Jadi, seluruh member EXO-K diperizinkan pulang oleh manager hyung. Dan memperizinkan seminggu ini untuk EXO-K menghirup udara segar.

    “Shitt, hatiku rapuh tanpamu” ucap sehun sambil mengacak-acak rambutnya pelan. Karena sehun yang begitu bosan, karena ia di rumah sendiri.

   “orang tua macam apa.. yang selalu mencampakan anak” pikir sehun geram. Saat ini pikirannya bertambah kacau. Ditambah lagi kedua orang tuan nya yang selalu meninggalkan rumah, untuk berbisnis di luar kota.

   “tidak cukupkah honorku untuk kalian ck…” gumam sehun pelan sambil memandang remeh kearah jendela kamar nya. Akhirnya sehun pun bangkit dari kamarnya daan berjalan menuju lantai 1. Ia menemukan Shin ajhumma-pembantunya, tengah membereskan meja makan.

   Sehun pun menghampiri shin ajhumma “eumm… ajhumma” panggil sehun sopan di samping shin ajhumma.

   “oh ya tuan,bisa saya bantu?” Tanya shin ajhumma pelan dan sopan.

  “ajhumma,,, aku akan keluar sebentar. Jadi… jika appa/ eomma menelponku. Bilang saja aku tidak ada di rumah ne…”jelas sehun sembari memberikan senyum kepada shin ajhumma.

   “tapi tuan, tuan oh tidak mengizinkan anda keluar rumah saat ini…” ucap shin ajhumma takut-takut kearah sehun.

    “jebal ajhumma… aku sangat bosan dirumah” mohon sehun.
   “baiklah tuan” ucahp shin ajhumma lembut .
   Akhirnya sehun pun mengambil kunci mobil nya dan berjalan kerah garasi nya.
   Ia pun juga bingung kemana ia akan pergi. Ia pergi karena ingin menenangkan pikiran dan merenggakan sedikit tubuhnya untuk beristirahat sejenak dari kegiatan-kegiatan akhir-akhir ini yang dijalani oleh EXO-K.

   Akhirnya tujuan sehun membawanya ke taman kota. Dimana gadis itu yang memperkenalkan taman ini kepada nya. Ia pun memakirkan mobil nya,dan berjalan menuju taman itu.

Sehun pov

   Taman ini… taman dengan seribu kenangan bersamanya. Taman inilah yang memperkenalkan ku lebih dekat dengannya. Di taman inilah aku yang selalu melihat gerak dan gerik gadis itu lakukan.

   Tapi itu semua harapan palsu, yang sudah hilang disapu,k angin setiap waktu. Aku melangkahkan kaki ku menuju lebih dalam lagi ke taman ini.

   Aku terkejut hebat,melihat gadis yang baru saja kupikirkan berada di depan pelinghatanku. Dada ini… dada ini sangat sesak.


Jungkook Pov


   Hari ini hari minggu. Aku sebenarnya berniat untuk mengajak gadisku eumm maksudku, min young. Ke taman kota. Tadinya aku ingin mengajak min young menuju kedai pamanku. Tapi kedai cabang pamanku yang di daerah ini malah tutup. Yasudah kuputuskan mengajak min young saja ke taman kota.

    Kami sedang berjalan bersama saat ini, aku benar-benar canggung. Aku mencoba untuk menggapai jari-jari min young yang ku genggam. Ia pun tidak menolak, dan sedikit tersentak saat jari-jari ku dapat meraih jari-jarinya.ia hanya menundukan kepalanya haha. Wajahnya bagaikan bak kepiting rebus haha. Aku hanya tersenyum puas kearah nya.

    Aku pun mengajak nya ke bangku taman itu. Sebenarnya aku ingin mengungkapkan perasaan ku ini kepadanya.tapi hati ku berkata lain. Mungkin aku harus menjaganya dan bersabar.agar gadis di sampingku ini tidak di rebut oleh orang lain.

     Kami pun akhirnya mengobrol-ngobrol sebentar. Sesakali aku melontarkan lelucon-lelucon garing kepadanya. Tapi dengan mudah sekali min young tertawa. Tiba-tiba pandangan min young beralih ke suatu arah.akupun mencoba mengikuti,pandangan yang ia tuju.

    “oh ternyata ia memandangi toko es krim itu” pikirku.
  Aku pun segera menepuk bahu nya pelan, dan ia terkejut dan langsung memandangku dengan tatapan manik mata polosnya itu.aku pun berdiri dari bangku ini,dan berdiri di hadapan gadis kecil di sampingku

    “kau jangan kemana-mana ne gadis kecil” ucap ku.sambil mencubit hidung nya. Sedangkan ia hanya meringis, memegang hidungnya.

     “jangan pergi kemana-mana ne, nanti kau hilang hehe” ucap ku langsung mencubit pipi ya yang sedikit chubby itu. Aku pun segera pergi dari tempat itu. Aku berinisiatif untuk membelikan es krim untuk nya.

   Toko es krim ini, lumayan ramai. Sehingga aku harus mengantri sebentar.
   Akhirnya aku sudah menggenggam 2 es krim ini di jari-jariku.  1 strawberry dan 1 vanilla. Akupun tersenyum bangga memandang es krim ini ditanganku.

    Akupun segera berlari kecil untuk mengunjung min young. Saat pandanganku melihat min young dari kejauhan. Aku terkejut, pria itu sedang bersama min young. Pria yang selama ini menjadi rival ku.
    Aku pun mencoba mengintip di balik pohon. Aku melihat pria itu-sehun. Mencoba menarik-narik tangan min young.

Author pov

   Saat sehun berada di taman, ia melihat min young duduk di bangku taman ini sendiri. Tanpa pikir panjang,sehun pun menghampiri min young. Dengan kata lain

  ‘syukurlah aku menemukan nya’ batin sehun.

    Ia pun sekarang berada di depan min young. Min young pun yang belum menyadari keberadaan sehun di hadapannya. Kini pun beringsut,mendongat keatas untuk melihat siapa yang ada di hadapannya ini.

   Min young mendapatkan tatapan dingin itu.sehun pun tanpa aba-aba langsung saja memeluk tubuh mungil gadis yang berada di hadapannya. Min young pun terkejut, saat tangan kekar sehun melingkarkan di punggungnya.

    “hajima…” lirih sehun pelan. Nyaris tidak terdengar oleh min young. Min young pun mencoba mendongak keatas. Untuk menatap wajah sehun. Wajah yang dingin begitu saja mencair jika berada di hadapan min young.
      
  Sedetik kemudian, sehun mencengkram tangan kecil min young. Membuat sang empunya bertanya-tanya ‘mengapa kau menarik tanganku?’
  
     Min young pun berusaha menariknya kembali. apadaya,tenaga lelaki lebih besar dari tenaganya.
    ‘oppa hentikan, cengkramanmu. Tanganku sakit’ batin min young,sambil mengarahkan pandangannya kepada sehun. Sehun tiba-tiba menatap dingin kembali kearah min young.
      “kajja” ucap sehun kini melembut sambil menarik tangan min young, untuk membawanya pergi.Tetapi min young tetap saja mengumpulkan seluruh tenaganya untuk menahan tangan sehun yang mencoba membawa nya pergi.
     Min young teringat kata-kata jungkook kepada nya. Bahwa ia tidak boleh pergi kemana-mana.
    
     “Yak!!! Lepaskan!! Nappeun namja”  teriak jungkook dari kejauhan. Akhirnya mereka berdua-sehun min young,pun menoleh kearah jungkook. saat min young lengah,dengan kesempatan ini. Sehun menarik tangan min young dan membawa nya pergi.

      “yak! Lelaki kurang ajar” jungkook pun menjatuhkan kedua es krim nya, dan mencoba mengajar sehun dan min young. Sedangkan min young hanya menoleh kearah jungkook dan meminta pertolongan ke jungkook. dengan tangan yang masih di tarik kuat oleh sehun.
  
  “yak, hentikan!” teriak jungkook lantang sambil berlari mengejar min young yang sedang dibawa pergi oleh sehun.
   
    ‘oppa appoyo’ batin min young lirih.

  Min young masih saja memutar kepalanya dan mencoba meminta pertolongan jungkook.

      “OPPA AWAAASSSS!!!!!” ucap min young lantang, tanpa menimbulkan suara sedikitpun. Waktu terasa terhenti. I..ia tidak percaya apa yang terjadi di belakangnya saat ini. Jungkook terkapar di tengah jalan. Truk besar telah menghantam tubuh jungkook,sehingga jungkook terpental

      Sehun yang merasa mendengarkan dentuman besar di belakangnya,pun terhenti dan menoleh kebalakang. i…ia tidak percaya akan pemandangan di hadapannya ini. Ia pun segera menghampiri kecelakaan itu, yang telah memakan korban jungkook.

    Min young pun berdiri di hadapan sehun, dengan tatapan tidak percaya dan benci kepada sehun. Ia pun mendorong tubuh sehun sedikit kasar,dan menghambur pergi ke tengah-tengah tempat kecelakaan itu.

     Min young pun segera melewati kerumunan orang-orang, yang melihat ‘siapa korban kecelakaan ini?’ batin mereka masing-masing.

    Setelah berhasil melewati sempitnya jalan,yang telah di kerumuni banyak orang. Kaki min young melemas di hadapan jungkook. tangisan min young pun semakin kencang,saat melihat darah yang berlumuran di tubuh jungkook.

     Min young pun segera menopang kepala jungkook di atas pahanya. Ia pun mengelus puncak kepala jungkook . jungkook pun hanya mengelus pipi min young sambil menahan rasa yang benar-benar sakit di tubuhnya. Min young pun semakin pecah tangisnya,melihat jungkook yang merintih kesakitan.
  
  ‘hikss…oppa jangan tinggalkan aku oppa hikss…’ batin min young memohon.

   ‘hikss…tuhan, jangan kau ambil nyawa orang yang kusayangi. Tuhan jangan ambil nyawa jungkook oppa hikss… hikss…
  
   Jungkook pun hanya melemparkan senyum lemah. Saat air mata min young mulai berjatuhan derasa di pipi jungkook. jungkook pun mengusap air mata min young lembut.

     “ka..kau jaga di..diri ba..baik-ba..baik ne” ucap jungkook sambil menampilkan senyum lemahnya di pangkuan min   
  
   Jungkook pun hanya melemparkan senyum lemah. Saat air mata min young mulai berjatuhan derasa di pipi jungkook. jungkook pun mengusap air mata min young lembut.
  
   “ka..kau jaga di..diri ba..baik-ba..baik ne” ucap jungkook sambil menampilkan senyum lemahnya di pangkuan min young. Min young benar-benar tangis nya semakin pecah. Saat jungkook mengatakan hal itu.

    “sa…sa..rang..ha..hae” ucap jungkook lirih. dan menutup matanya,deru nafasnya pun sudah tidak terdengar.Min young pun menangis histeris. Ia pun memeluk tubuh jungkook. dan membenamkan kepala jungkook di dadanya.

   ‘oppa hikss..hikss.. jangan tinggalkan aku’


Jungkook : “ I'm sick ...
God indeed has taken through out my life ...
see you smile, it is a my current happiness.
goodbye baby…”
 
  Sehun pun yang menatap mereka, hanya tersenyum getir.

  ‘ini semua kesalahanku’ batin sehun. Ia pun tidak dapat menahan tangisnya. Ia menangis dalam diam.

    ‘aku sekarang menjadi orang jahat’ lirih sehun dalam hatinya.

     Akhirnya mobil ambulan datang dan memawa jungkook pergi ke rumah sakit, untuk menjalani otopsi. Disusul oleh min young yang berada di dalam mobil ambulan. Tak pula disusul oleh sehun dengan mobilnya. Menuju rumah sakit.
  

 ********************************

-1 minggu kemudian-

   Min young terus saja melamun, duduk di balkon rumahnya. Ia masih mengingat dimana kejadian seminggu yang lalu. Dimana, jungkook terakhir menutup mata untuk selama-lamanya. Batin min young terpuruk.ia begitu perih,saat melihat jungkook yang berlari demi mengejarnya dan akhirnya ia kecelakaan.

  ‘tuhan… mengapa? Mengapa kau mengambil nyawa orang-orang di sekitarku’ batin min young. Min young pun tetap tidak dapat menahan tangisnya. Terlalu sulit baginya, saat ia di tinggalkan oleh orang yang ia cintai.

Min young pov

   Ya tuhan… kenapa kau tidak ambil saja nyawaku…
    Aku rela  membagi umurku dengan jungkook oppa hikss..hikss…
   Aku ingin merasakan, jika aku wisuda kelulusan SMP nanti,ada orang-orang yang ku sayangi ke acara kelulusan ku nanti hiksss….hikss…
   
    Tuhan… aku ingin ke surga bersamanya….  
Aku hanya merenung kesedihanku,di kursi balkon kamarku. Ini terlalu cepat bagiku.
 Aku sedikit terkejut, ketika melihat sehun oppa duduk di sampingku.

   “o..o..oppa?” aku hanya menganga lebar. Sehun oppa hanya memperlihatkan kesedihan di wajahnya. Ia pun menatap nanar ke arahku.

  “mianhae…” ucapnya lirih,hingga tidak terdengar sama sekali di telinga ku. Aku juga mengerti perasaan sehun oppa saat ini. Ia pasti sangat shock.

  “aku memang manusia keji” lanjutnya lagi. A…aku benar-benar sakit. Melihat orang-orang di sekitarku beradu dalam tangisan.

  Aku hanya mengangguk lemah. Segera aku mengamambil note,yang berada disampingku. Aku segera menuliskan kata-kata untuk ku serahkan kepada sehun oppa.
  
‘mungkin tuhan sudah mengambil jalan yang terbaik oppa…’ ku tuliskan kata-kata tersebut di note ku.

  Ia hanya menatapku nanar, dan segera memelukku.akupun tidak membalas pelukannya. Hatiku semakin takut, jika orang yang kusayangi di sekitarku akan menghilang dari hadapanku.

Author pov

    Hari ini,sehun memutuskan untuk kerumah min young. Ia rela meninggalkan waktu sibuknya di EXO-K. sampai-sampai ia terkena omelan dari managernya.namun,’masa bodoh’ baginya. 
 Ia pun meminta izin kepada mark, untuk pergi kelantai 2.lebih tepatnya pergi ke kamar min young.
    
   Mark sebenarnya juga tidak percaya atas kejadian seminggu yang lalu. Seorang jungkook telah tiada. Ia pun tak dapat menahan tangisnya,saat di pemakaman terakhir jungkook. seminggu yang lalu.
  
    Setelah sehun meminta izin kepadanya,mark hanya mengangguk. Bisa saja sehun mencoba untuk menghibur min young jika mereka saling bertemu.


****************************

-1 bulan kemudian-

    Hari ini,hari kelulusan min young. Setelah melakukan tantangan dan kerja keras yang sudah di hadapi min young selama 3 tahun di SMP,akhirnya ia dapat mlanjutkan jenjang pendidikannya ke tingkat SMA. Hari ini,merupakan hari kebahagiaan min young.

    Tak lupa juga dengan kehadiran ayah dan kakak min young. Tentu saja kita tidak akan lupa dengan kehadiran sehun dan member EXO-K lainnya. Mereka pun berfoto bersama, sesekali tertawa dan bercanda ria.

   Hingga akhirnya, acara kelulusan pun telah selesai. Aula juga sudah terlihat sepi. Tetapi tidak dengan min young dan sehun. Mereka masih berada di area sekolah ini. Tuan wen, mark dan member EXO-K pun sudah memutuskan untuk pulang kerumah 30 menit yang lalu.

   Sisalah sehun dan min young di sekolah ini. Saat ini sehun dan min young berada di taman belakang sekolah. Setelah habis melepaskan rasa kegembiraan atas kelulusannya hari ini.

Sehun pov

 Hari ini,adalah hari kebahagiaan bagi gadis yang berada di sampingku.ia masih saja mempertlihatkan senyum-senyum kekembiraanya saat ini. 2 menit kemudia kami di landa oleh keheningan. Tiba-tiba lengan kiriku di sentuh oleh jari-jari min young . reflex aku menengok kearahnya.
   Aku merindukan senyuman itu…

  ‘oppa,terima kasih sudah datang ke acara kelulusanku’

  Akupun hanya tersenyum melihat kata-kata yang baru saja ia tulis di note kecil, yang selalu ia bawa kemana-mana.

  “ne” balasku lembut dan mencubit hidung nya. Membuat ia sedikit meringis kesakitan.
  Akupun mencoba untuk mendekati wajahnya perlahan,reflek ia memundurkan tubuhnya sedikit kebelakang.

  Aku hanya memberikan senyum nakalku kearahnya. Membuat ia sedikit ketakutan,dan bertanya kepadaku bahwa ‘apa yang akan oppa lakukan?’
    
    Aku pun terus saja memajukan tubuhku hingga jarak kami kurang dari 5cm. aku dapat merasakan deru nafas gadis yang berada di hadapanku ini.aku mendengar detak jantungnya yang 3X lebih cepat dari biasanya.
    
   Aku pun mencoba memiringkan sedikit kepalaku,untuk merasakan bibir mungil miliknya. Akhirnya aku dapat merasakan bibir mungilnya. Akupun mencoba lidahku bermain di sekitar bibirnya.ia hanya diam dan tak membalas ciumanku.
  
    Akhirnya aku melepaskan tautan bibirku dengan bibirnya. Ia hanya memandang lurus kearahku. Dengan pandangan kosong. Ia terlihat begitu shock saat aku telah merasakan tautan dengan bibirnya.
  
   “saranghae…” ucapku lembut. Sedangkan ia hanya mengucek kedua matanya dengan kedua tanganya. Polos sekali wajah ini.

    “do you be mine?” tanyaku lembut. Sedetik kemudian, ia hanya menangguk malu-malu. Akupun kembali merangkulnya.
   

******************************

  Hari mulai semakin sore. Berarti,aku sudah 2 jam berada di taman ini. Taman ini sangat sepi, tinggal aku berdualah dengan gadis yang disampingku. Yang notabane nya telah menjadi kekasihku.

   Seperti nya ia mengantuk. Setiap kali ia selalu memejamkan matanya,namun tidak dapat menahan tubuhnya.sesekali ia akan terjatuh,saat akan menuup matanya untuk tidur. Akupun mencoba merangkul gadisku ini, dan perlahan ku gendong ia kedalam gendonganku. Akupun berjalan menuju pagar sekolah ini. Dan membawanya pulang.

 Min young : “maybe I'm selfish ...
                        never thought about the feelings of others.
                        people who have loved me though”


  sehun : “too difficult, if we are trapped by feelings of love…
                I will try as much as my life ....
                 to make it her comfortable to be next to me ...
                I love you baby….”

END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar