Kamis, 10 April 2014

LITTLE VOICE (chapter 9)

LITTLE VOICE (chapter 9)























Author : sehunpinku

Cast : Kang Min young (you)

            EXO-K member

             Mark GOT7 ,

             jungkook BTS

         

Genre : Romance , sad , family
Other cast : kim ajhussi, kim ahra, lee chan sung , wu yi fan(EXO kris) choi joon ho .

PS : ini dia hasil FF chapter 9 nya hehehe , ini FF garing banget hehehe . don’t plagiat J happy reading


 ******************************


-at school-


  “hei min young!!” ujar salah satu siswi dengan nada ketus .  Merasa namanya di panggil , min young pun mendongak menghentikan aktivitas menulis nya dan mencari sumber suara yang telah memanggil namanya .

 
    “ kau di panggil kim ahra di kantin” ujarnya ketus dan pergi melenggang pergi begitu saja dari ambang pintu.

    ‘ahra memanggil ku? Untuk apa?’

   Min young pun mewanti-wanti jika ahra akan berbuat macam-macam lagi kepadanya sama seperti 2 hari yang lalu . akhirnya ia pun berjalan keluar kelas dan menuju kantin , tetapi saat tiba di kantin ia tidak menemukan batang hidung ahra sekalipun . cukup lelah ia mencari keliling kantin yang lumayan luas ini , akhirnya ia berhasil menemukan ahra dari jarang pandang yang lumayan jauh . ahra sedang bersendau gurau dengan kawan-kawan nya . akhirnya min young pun datang menghampirinya.

     Min young pun hanya menepuk pundak ahra pelan , karena ia tidak akan mungkin memanggil nama ahra yang begitu saja hingga menimbulkan suara .membuat sang empu yang merasa di sentuh bahunya pun menengok kearah samping.  Sedangkan min young hanya mengulas senyum manisnya kepada ahra . ahra pun hanya tersenyum terpaksa , karena ia sangat-sangat jijik dengan senyuman min young yang sama sekali tidak menarik . tetapi tidak dengan laki-laki yang akan melihat senyuman min young.

    Setelah mendapat perintah ahra untuk duduk , akhirnya min young pun duduk tepat di depan ahra . min young merasakan sedikit perasaan was-was , takut jika kejadian 2 hari yang lalu terulang kembali . tapi ia harus tetap berpikir positif dan dewasa.

   “min young ,,, maafkan aku ya yang selama ini selalu menyakitimu” ucap ahra lirih .

   “ iya min young , aku juga minta maaf ne” ucap kedua teman ahra yang saat ini berada di samping kanan dan kiri min young . sedangkan min young sedikit terkejut karena mendengar pengakuan permintaan maaf dari ahra dan kawan-kawan nya.

   “maafkan aku min young . saat itu aku berada di luar kendali” ucap arah bertambah lirih dan menggenggam  kedua tangan min young lembut . yang membuat min young terkejut.

  “apakah kau akan memaafkan ku ?” Tanya ahra yang tiba-tiba mengeluarkan setetes air mata . min young pun yang tak tega dengan ahra dan kawan-kawan nya hanya tersenyum dan kembali membalas menggenggam tangan ahra  dan mengangguk bahwa ia akan memaafkan ahra dan kawan-kawan nya.
   “boleh kah aku menjadi teman mu?” Tanya ahra ke pada min young . sedangkan min young hanya mengangguk semangat sambil  mengancungkan kedua jempolnya. Akhirnya  mereka pun saling berpelukan dan tertawa membawa kenyamanan.

*********************************

 -min young room-

   Setelah ahra telah meminta maaf kepada min young ,min young sangat senang sekali . berate sudah ada tanda-tanda kedamaian yang baru . min young pun hanya tersenyum sambil memandangi langit-langit di kamar nya .

   Setelah cukup lelah dengan pemikirannya . tiba-tiba ponsel min young bergetar . menandakan ada pesan masuk di ponsel nya . min young pun mengerutkan kening nya setelah melihat nomor telpon ahra di ponselnya .

 From : ahra^^

  Annyeong young , apakah kau sibuk? J

    Akhirnya min young pun membalas pesan ahra.

To : ahra^^

 Nado annyeong ahra , aku tidak sibuk kok . ada apa ahra?

Setelah menunggu jawaban teman baru nya-ahra . akhirnya pun ponsel min young pun kembali bergetar.

From : ahra
   
Aku sangat membutuhkan mu young-ah . aku tidak mengerti dengan soal yang di berikan oleh cho saem . bisakah kau datang kerumah ku?  L

   Min young pun sedikit mempertimbangkan jawaban nya untuk membalas pesan ahra yang menyuruhnya datang kerumahnya .

  ‘ apakah mark oppa akan mengizinkan ku kerumah ahra?’

  Pertanyaan itu lah yang saat ini melayang-layang di otak nya.

  “jika aku pergi , aku tidak bisa membantu Han ajhumma membuat makan malam” pikir min young lagi . sebenarnya min young ingin sekali ke rumah ahra , mungkin itu akan seru jika bermain dengan teman baru plus belajar bersama nya .
  
To : ahra^^

Baiklah aku akan kerumah mu . bisakah kau memberi ku alamat rumahmu? J

  Ya min young akan pergi  pertama kali ke rumah ahra. Akhirnya min young pun keluar kamar dan berjalan kecil kearah mark yang sedang menonton TV di ruang keluarga . ia pun hanya menyembunyikan kedua tangan nya di belakang .

  “aku takut jika mark oppa tak mengizinkan ku”  pikir min young sambil menggigit bibir bawahnya.
  Akhirnya ia sudah tiba di samping mark , mark pun melihat kearah min young dengan tatapan bingung , “ ada apa dengan adik nya ini? “ pikir mark.

   Akhirnya min young memperlihatkan tulisan yang sudah ia siapkan di kamar nya barusan dan memperlihatkan kea rah mark.

  ‘ oppa bolehkah aku kerumah temanku? Aku ada tugas kelompok  oppa‘

   Mark pun sempat berpikir , ketika melihat pertanyaan yang berada di kertas note yang sedang di genggam oleh min young . “apakah ia mempunyai teman baru?” Tanya mark dalam otaknya. Mark takut jika ia nantinya hanya dibodohi atau sekedar di sakiti oleh teman baru nya min young. Karena sudah 3 tahun di SMP min young tidak memiliki teman sedikitpun.

    Karena mark tidak tega melihat min young dengan wajah yang penuh harap kepada nya . akhirnya mark tersenyum.
  "tentu saja . apa perlu oppa antar?” Tanya mark lembut . min young pun hanya menggelengkan kepalanya semangat , karena ia bisa naik bus menuju rumah ahra. Setelah mendapat alamat rumah ahra dan persetujuan dari kakak nya . ia pun segera menuju kamar memebereskan dirinya .

   Min young pun keluar kamar hanya menggunakan rok 5cm di atas lutut dan hoodie berwarna kuning tidak lupa dengan sepatu mini boot’snya dan tas rilakkuma yang ia selempangkan di bahu nya.
  
  ia terlihat cantik dengan pakaian nya itu dan bando yang menghiasi kepala nya .

   Mark pun yang melihat min young hanya berdecak kagum tak berkedip sedikit pun betapa cantik nya min young, dengan wajah porselen , mata besar,hidung mancung,dan bibirnya yang tipis itu.

   “ingat mark dia adikmu…” pikir mark . ia pun membuang pikiran-pikiran jahat itu dari otaknya .
    Setelah berpamitan dengan mark , min young pun berjalan keluar rumah . ia pun menaiki bus dengan menempuh jarak 30 menit . setelah  ia mengikuti petunjuk yang telah di berikan oleh ahra . akhirnya tubuh mungil min young menghantarnya menuju kawasan yang sangat jauh dari kota . yang membuat min young sedikit ketakutan , tentu saja min young ketakutan . karena di kompleks ini banyak sekali rumah yang tidak bepenghuni dan gelap  . belum lagi di samping kawasan komplek ini terdapat banyak semak-semak liar.


Min young pov


  Aku takut sekali berada disini , tuhan tolong aku. Akupun menuju suatu rumah yang benar-benar sesui petunjuk yang telah di berikan ahra . untuk memastikan nya aku mencoba untuk menelpon ahra & mengirimnya pesan , namun taka da jawaban dan balasan dari nya .

  Dengan tekat yang kuat aku pun mencoba masuk kedalam rumah dengan alamat yang diberikan oleh ahra .

   “mengapa rumahnya gelap sekali” pikir ku .

    Akupun mencoba membuka pintu rumah ini , rumah ini terlihat luas sekali . mungkin aku memang tidak sopan , asal masuk sembarang ke rumah orang. Tetapi tadik aku sudah mengetuk pintu rumah ini kok , tapi tak  ada jawaban  sedikit pun.

  “kenapa rumah ini  penuh dengan coretan di dinding eoh?” tanyaku dalam hati . akupun terus mencoba memasuki lebih dalam di rumah ini . tapi kenapa ahra tidak ada? Aku semakin takut . appa aku takut.

  “hahaha benar-benar kemarin aku kalah”

     Aku pun samar-samar mendengar suara percakapan di ruang tengah rumah ini . aku pun perlahan-lahan menuju sumber arah suara itu . mungkin saja ahra disana . ternyata dugaan ku salah .

  “apa kau kemarin berhasil membunuh pelacur itu?”
  Aku terkejut ketika mendengar percakapan antar lelaki itu . aku melihat ada 4 lelaki di ruang tengah itu sedang merokok dan berminum-minuman keras . aku pun menutup mulutku dengan tangan kanan ku , aku terkejut ketika melihat salah satu ajhussi itu memegang pisau dengan banyak lumuran darah . apakah ahra membohongiku?


Author pov


   Min young pun yang tidak kuat menguping pembicaran ke 4 pria  itu , karena min young alergi dengan asap rokok yang dihirup oleh ke 4 pria tersebut.
  “uhuukkk ….uhukk….” min young pun terbatuk-batuk karena menghirup asap rokok yang kuat dari segerombolan pria itu . segerombolan pria itu tentu saja terusik dengan suara batuk khas min young.  “ya!! Nuguya!?” Tanya salah satu pria tersebut dan segera ia berdiri dari posisi duduk nya menghampiri sumber suara batuk milik min young.

   Min young pun mencoba menutup mulutnya untuk menahan batuk yang akan keluar dari mulutnya. ia pun terkejut saat satu dari 3 pria itu perlahan-lahan menghampirinya. 

  “tuhaann , kumohon lindungilah aku kumohon” itulah kata-kata yang keluar dari dalam hati min young, pun menangis dan mengeluarkan air mata nya deras.
    
“CEPATLAH KELUAR!!! Atau akan ku habisi kau!!” ucap salah satu pria tersebut yang mulai geram.
    
Min young pun akhirnya keluar dari tempat persembunyian nya dan mencoba berlari meninggalkan ruangan itu .

 “ITU DIAA!! CEPAT KEJAR!!!” suruh komando dari ketua genk tersebut . bawahan ketua genk tersebut pun mencoba mengejar min young yang  sudah sempat benar-benar keluar dari rumah ini namun itu semua tidak bagi min young .

  “Gleeeppp……”

  Akhirnya min young tidak dapat meloloskan diri , para anak buah ketua genk tersebut pun akhirnya berhasil membekap tubuh mulut min young yang meronta-ronta itu dan membawa nya kea rah ruang tengah kembali.
  
   Akhirnya ke-3 anak buah itu pun melepaskan tangan yang membekap mulut min young danmendorongnya kea rah pemimpin atau ketua genk tersebut.
   
   “hahahaha , hello adik kecil” sapa sang ketua genk kepada min young . min young yang hanya menangis keras dan mencoba memunudurkan langkah nya , karena ketua genk tersebut terus saja memajukan tubuh nya kea rah min young.

   “ hai kecil! Apa yang kau lakukan disini? Hahaha” Tanya ketua genk tersebut sambil terus menggoda min young . min young pun terus saja menangis kencang , ia tidak bisa melakukan apa-apa saat ini.
  
 “eommaa… eomma…eomma…tolong aku !!aku takut hiks..hikss…” itulah kalimat yang berada di dalam hati min young.
  
   “ kau cantik juga yah! Hahahaha” goda salah satu anak buah pemimpin tersebut sambil memegang dagu min young.
  
 “boleh juga” lanjut anak buah tersebut . saat ini keadaan min young sangat berantakan . rok min young pun yang sedikit sobek 10 cm , dan hoodie min young yang sudah rusak . sehingga memperlihatkan lengan dan bahu mulus miliknya.
  
   Akhirnya dengan sekuat tenaga min young pun mencoba menendang tulang kering milik anggota geng tersebut ketika ia lengah ,. Ia pun mengambil pukulan baseball yang berada di samping kursi itu dan memukul tepat di kepala para anggota tersebut hingga babak belur .
  
    Akhirnya min young pun dapat keluar dari rumah itu . ia pun menangis kencang , sambil berlari menyusuri jalan keluar dari komplek itu . ia benar-benar malu , karena hampir seluruh pakaiannya rusak , ia sudah tak memakai sepatu bootsnya lagi . tas nya pun sudah entah pergi kemana . karena di dalam tas situ terdapat ponsel min young .


Sehun Pov


  Hari ini aku habis berkunjung ke makam nenek ku , karena sudah 1 tahun lamanya aku belum kembali mengunjungi makam nenekku karena jadwal ku sangat padat seiring dengan banyaknya pemotretan . hanya aku sendiri lah yang mengunjungi makam ini . padahal hari telah malam , setelah memberikan se bucket bunga aku memutuskan untuk pergi . namun , saat aku ingin  membuka pintu mobil ku , aku melihat ada bando berwarna merah muda .

    “bando siapa ini?” akupun terus saja membolak-balikan bando ini . kenapa bando ini sangat familiar di penglihatan ku?

   “ini kan bando min young” gumamku pelan . buat apa anak itu berada di daerah pemakaman ini???


Author pov


   Min young pun hanya berlari-lari kecil dan menangis histeris. ini sangat gelap. ia pun tidak tahu arah keluar kawasan ini. karena tidak ada lampu pun yang menerangi jalan ini.
    
“hikss … eomma ..appa…oppaa appoyo hiks…hikss…”

   
“ Greeeppp ”


       Tiba-tiba dari belakang ada seseorang yang memeluk min young . membuat min young memutar tubuhnya. ia mendapati sehun yang sedang sedang memeluknya . min young pun tidak menolak sehun memeluknya, bahkan min young pun membalas pelukan sehun . saat sehun memeluknya tangis min young pun semakin pecah. ia sangat membutuhkan seseorang disamping nya saat ini.


-sehun pov-


       Aku memeluk gadis kecil yang selama ini aku cintai . aku tidak tega melihat nya sendiri di tempat gelap dan mencekam seperti ini . aku begitu sesak dengan melihat  keadaan nya sekarang , dengan  pakainnya yang robek sana-sini membuat ku semakin mengeratkan pelukan ku kepadanya. Ia pun menangis di dalam dekapan dada ku . hingga kaus ku basah kuyup karena air mata kesedihan gadis yang kucintai ini .

   Akupun memakaikan  sweater milikku untuk menutupi tubuhnya yang yang kedinginan . ia pun berangsur-angsur terjatuh dan duduk di jalan . akupun berjongkok dan mencoba mengusap cairan krystal yang berada di pipinya . ia pun hanya menatapku nanar dan menundukan kepalanya .

    “uljimaa…” ucapku lembut . akhirnya aku menggendongnya menuju mobil ku , mungkin aku akan pulang kerumah sebentar untuk membawa nya ke rumahku . jika aku membawa nya ke dorm , nanti hyung-hyungku akan berprasangka buruk , jika aku yang melakukan ini kepada min young.

   Setelah tiba dirumah aku pun menggendong tubuh mungil nya ke dalam kamarku , seperti nya min young sedang tertidur saat di mobil tadi . untung saja kedua orang tua ku tidak ada dirumah , mereka sedang berlibur ke jepang.

    Ku letakan min young di atas ranjang kasurku , ku ambil selimut dan menyelimutinya  agar ia hangat . akupun mengambil kursi meja belajar ku dan kuletakan di samping ranjang kasurku .

   Aku melihat detail demi detail wajah polos nan lugu miliknya yang saat ini di penuhi oleh wajah kesedihannya .

   Aku tidak dapat menahan air mataku yang jatuh ini . aku mengingat kembali kejadian tadi , dimana seharusnya gadis kecil seumuran nya ini tidak seharusnya berada disitu dengan keadaan yang benar-benar tragis.

   Akupun mengelus puncak kepalanya , dan mengecup kening nya .

  “Good night baby” ucapku tepat di telinganya. aku pun mencoba berbaring tidur disampingnya dan memeluknya dengan kedua lenganku. agar tubuh mungilnya tidak membuatnya kedingin yang dapat membekukan tulang-tulangnya.

TBC





Tidak ada komentar:

Posting Komentar