LITTLE VOICE (chapter 9)
Author :
sehunpinku
Cast : Kang
Min young (you)
EXO-K member
Mark GOT7 ,
jungkook BTS
Genre :
Romance , sad , family
Other cast :
kim ajhussi, kim ahra, lee chan sung , wu yi fan(EXO kris) choi joon ho .
PS : ini dia
hasil FF chapter 9 nya hehehe , ini FF garing banget hehehe . don’t plagiat J
happy reading
******************************
-at school-
“hei min young!!” ujar salah satu siswi
dengan nada ketus . Merasa namanya di
panggil , min young pun mendongak menghentikan aktivitas menulis nya dan
mencari sumber suara yang telah memanggil namanya .
“ kau di panggil kim ahra di kantin”
ujarnya ketus dan pergi melenggang pergi begitu saja dari ambang pintu.
‘ahra memanggil ku? Untuk apa?’
Min young pun mewanti-wanti jika ahra akan
berbuat macam-macam lagi kepadanya sama seperti 2 hari yang lalu . akhirnya ia
pun berjalan keluar kelas dan menuju kantin , tetapi saat tiba di kantin ia
tidak menemukan batang hidung ahra sekalipun . cukup lelah ia mencari keliling
kantin yang lumayan luas ini , akhirnya ia berhasil menemukan ahra dari jarang
pandang yang lumayan jauh . ahra sedang bersendau gurau dengan kawan-kawan nya
. akhirnya min young pun datang menghampirinya.
Min young pun hanya menepuk pundak ahra
pelan , karena ia tidak akan mungkin memanggil nama ahra yang begitu saja
hingga menimbulkan suara .membuat sang empu yang merasa di sentuh bahunya pun
menengok kearah samping. Sedangkan min
young hanya mengulas senyum manisnya kepada ahra . ahra pun hanya tersenyum
terpaksa , karena ia sangat-sangat jijik dengan senyuman min young yang sama
sekali tidak menarik . tetapi tidak dengan laki-laki yang akan melihat senyuman
min young.
Setelah mendapat perintah ahra untuk duduk
, akhirnya min young pun duduk tepat di depan ahra . min young merasakan
sedikit perasaan was-was , takut jika kejadian 2 hari yang lalu terulang
kembali . tapi ia harus tetap berpikir positif dan dewasa.
“min young ,,, maafkan aku ya yang selama
ini selalu menyakitimu” ucap ahra lirih .
“ iya min young , aku juga minta maaf ne”
ucap kedua teman ahra yang saat ini berada di samping kanan dan kiri min young
. sedangkan min young sedikit terkejut karena mendengar pengakuan permintaan
maaf dari ahra dan kawan-kawan nya.
“maafkan aku min young . saat itu aku berada
di luar kendali” ucap arah bertambah lirih dan menggenggam kedua tangan min young lembut . yang membuat
min young terkejut.
“apakah kau akan memaafkan ku ?” Tanya ahra
yang tiba-tiba mengeluarkan setetes air mata . min young pun yang tak tega
dengan ahra dan kawan-kawan nya hanya tersenyum dan kembali membalas
menggenggam tangan ahra dan mengangguk
bahwa ia akan memaafkan ahra dan kawan-kawan nya.
“boleh kah aku menjadi teman mu?” Tanya ahra
ke pada min young . sedangkan min young hanya mengangguk semangat sambil mengancungkan kedua jempolnya. Akhirnya mereka pun saling berpelukan dan tertawa
membawa kenyamanan.
*********************************
-min young room-
Setelah ahra telah meminta maaf kepada min
young ,min young sangat senang sekali . berate sudah ada tanda-tanda kedamaian
yang baru . min young pun hanya tersenyum sambil memandangi langit-langit di
kamar nya .
Setelah cukup lelah dengan pemikirannya .
tiba-tiba ponsel min young bergetar . menandakan ada pesan masuk di ponsel nya
. min young pun mengerutkan kening nya setelah melihat nomor telpon ahra di
ponselnya .
From :
ahra^^
Annyeong young , apakah kau sibuk? J
Akhirnya min
young pun membalas pesan ahra.
To : ahra^^
Nado annyeong ahra , aku tidak sibuk kok . ada apa ahra?
Setelah
menunggu jawaban teman baru nya-ahra . akhirnya pun ponsel min young pun
kembali bergetar.
From : ahra
Aku sangat membutuhkan mu young-ah . aku tidak mengerti dengan soal yang
di berikan oleh cho saem . bisakah kau datang kerumah ku? L
Min young pun sedikit
mempertimbangkan jawaban nya untuk membalas pesan ahra yang menyuruhnya datang
kerumahnya .
‘ apakah mark oppa akan mengizinkan ku
kerumah ahra?’
Pertanyaan itu lah yang saat ini melayang-layang
di otak nya.
“jika aku pergi , aku tidak bisa membantu Han
ajhumma membuat makan malam” pikir min young lagi . sebenarnya min young ingin
sekali ke rumah ahra , mungkin itu akan seru jika bermain dengan teman baru
plus belajar bersama nya .
To : ahra^^
Baiklah aku akan kerumah mu . bisakah
kau memberi ku alamat rumahmu? J
Ya min young akan pergi pertama kali ke rumah ahra. Akhirnya min
young pun keluar kamar dan berjalan kecil kearah mark yang sedang menonton TV
di ruang keluarga . ia pun hanya menyembunyikan kedua tangan nya di belakang .
“aku takut jika mark oppa tak mengizinkan
ku” pikir min young sambil menggigit
bibir bawahnya.
Akhirnya ia sudah tiba di samping mark , mark
pun melihat kearah min young dengan tatapan bingung , “ ada apa dengan adik nya
ini? “ pikir mark.
Akhirnya min young memperlihatkan tulisan
yang sudah ia siapkan di kamar nya barusan dan memperlihatkan kea rah mark.
‘ oppa bolehkah aku kerumah temanku? Aku ada
tugas kelompok oppa‘
Mark
pun sempat berpikir , ketika melihat pertanyaan yang berada di kertas note yang
sedang di genggam oleh min young . “apakah ia mempunyai teman baru?” Tanya mark
dalam otaknya. Mark takut jika ia nantinya hanya dibodohi atau sekedar di
sakiti oleh teman baru nya min young. Karena sudah 3 tahun di SMP min young
tidak memiliki teman sedikitpun.
Karena mark tidak tega melihat min young
dengan wajah yang penuh harap kepada nya . akhirnya mark tersenyum.
"tentu saja . apa perlu oppa antar?” Tanya
mark lembut . min young pun hanya menggelengkan kepalanya semangat , karena ia
bisa naik bus menuju rumah ahra. Setelah mendapat alamat rumah ahra dan
persetujuan dari kakak nya . ia pun segera menuju kamar memebereskan dirinya .
Min young pun keluar kamar hanya menggunakan
rok 5cm di atas lutut dan hoodie berwarna kuning tidak lupa dengan sepatu mini
boot’snya dan tas rilakkuma yang ia selempangkan di bahu nya.
ia terlihat
cantik dengan pakaian nya itu dan bando yang menghiasi kepala nya .
Mark pun yang melihat min young hanya
berdecak kagum tak berkedip sedikit pun betapa cantik nya min young, dengan
wajah porselen , mata besar,hidung mancung,dan bibirnya yang tipis itu.
“ingat mark dia adikmu…” pikir mark . ia pun
membuang pikiran-pikiran jahat itu dari otaknya .
Setelah berpamitan dengan mark , min young
pun berjalan keluar rumah . ia pun menaiki bus dengan menempuh jarak 30 menit .
setelah ia mengikuti petunjuk yang telah
di berikan oleh ahra . akhirnya tubuh mungil min young menghantarnya menuju
kawasan yang sangat jauh dari kota . yang membuat min young sedikit ketakutan ,
tentu saja min young ketakutan . karena di kompleks ini banyak sekali rumah
yang tidak bepenghuni dan gelap . belum
lagi di samping kawasan komplek ini terdapat banyak semak-semak liar.
Min young
pov
Aku takut sekali berada disini , tuhan tolong
aku. Akupun menuju suatu rumah yang benar-benar sesui petunjuk yang telah di
berikan ahra . untuk memastikan nya aku mencoba untuk menelpon ahra &
mengirimnya pesan , namun taka da jawaban dan balasan dari nya .
Dengan tekat yang kuat aku pun mencoba masuk
kedalam rumah dengan alamat yang diberikan oleh ahra .
“mengapa rumahnya gelap sekali” pikir ku .
Akupun mencoba membuka pintu rumah ini ,
rumah ini terlihat luas sekali . mungkin aku memang tidak sopan , asal masuk
sembarang ke rumah orang. Tetapi tadik aku sudah mengetuk pintu rumah ini kok ,
tapi tak ada jawaban sedikit pun.
“kenapa rumah ini penuh dengan coretan di dinding eoh?” tanyaku
dalam hati . akupun terus mencoba memasuki lebih dalam di rumah ini . tapi
kenapa ahra tidak ada? Aku semakin takut . appa aku takut.
“hahaha benar-benar kemarin aku kalah”
Aku pun samar-samar mendengar suara
percakapan di ruang tengah rumah ini . aku pun perlahan-lahan menuju sumber arah
suara itu . mungkin saja ahra disana . ternyata dugaan ku salah .
“apa kau kemarin berhasil membunuh pelacur
itu?”
Aku terkejut ketika mendengar percakapan
antar lelaki itu . aku melihat ada 4 lelaki di ruang tengah itu sedang merokok
dan berminum-minuman keras . aku pun menutup mulutku dengan tangan kanan ku ,
aku terkejut ketika melihat salah satu ajhussi itu memegang pisau dengan banyak
lumuran darah . apakah ahra membohongiku?
Author pov
Min young pun yang tidak kuat menguping
pembicaran ke 4 pria itu , karena min
young alergi dengan asap rokok yang dihirup oleh ke 4 pria tersebut.
“uhuukkk ….uhukk….” min young pun
terbatuk-batuk karena menghirup asap rokok yang kuat dari segerombolan pria itu
. segerombolan pria itu tentu saja terusik dengan suara batuk khas min young. “ya!! Nuguya!?” Tanya salah satu pria
tersebut dan segera ia berdiri dari posisi duduk nya menghampiri sumber suara
batuk milik min young.
Min young pun mencoba menutup mulutnya untuk
menahan batuk yang akan keluar dari mulutnya. ia pun terkejut saat satu dari 3
pria itu perlahan-lahan menghampirinya.
“tuhaann , kumohon lindungilah aku kumohon”
itulah kata-kata yang keluar dari dalam hati min young, pun menangis dan
mengeluarkan air mata nya deras.
“CEPATLAH KELUAR!!! Atau akan ku habisi kau!!” ucap salah satu pria
tersebut yang mulai geram.
Min young pun akhirnya keluar dari tempat
persembunyian nya dan mencoba berlari meninggalkan ruangan itu .
“ITU DIAA!! CEPAT KEJAR!!!” suruh komando dari ketua genk tersebut .
bawahan ketua genk tersebut pun mencoba mengejar min young yang sudah sempat benar-benar keluar dari rumah
ini namun itu semua tidak bagi min young .
“Gleeeppp……”
Akhirnya min
young tidak dapat meloloskan diri , para anak buah ketua genk tersebut pun
akhirnya berhasil membekap tubuh mulut min young yang meronta-ronta itu dan
membawa nya kea rah ruang tengah kembali.
Akhirnya ke-3 anak buah itu pun melepaskan
tangan yang membekap mulut min young danmendorongnya kea rah pemimpin atau
ketua genk tersebut.
“hahahaha , hello adik kecil” sapa sang ketua
genk kepada min young . min young yang hanya menangis keras dan mencoba
memunudurkan langkah nya , karena ketua genk tersebut terus saja memajukan
tubuh nya kea rah min young.
“ hai kecil! Apa yang kau lakukan disini?
Hahaha” Tanya ketua genk tersebut sambil terus menggoda min young . min young
pun terus saja menangis kencang , ia tidak bisa melakukan apa-apa saat ini.
“eommaa… eomma…eomma…tolong aku !!aku takut
hiks..hikss…” itulah kalimat yang berada di dalam hati min young.
“ kau cantik juga yah! Hahahaha” goda salah
satu anak buah pemimpin tersebut sambil memegang dagu min young.
“boleh juga” lanjut anak buah tersebut . saat
ini keadaan min young sangat berantakan . rok min young pun yang sedikit sobek
10 cm , dan hoodie min young yang sudah rusak . sehingga memperlihatkan lengan
dan bahu mulus miliknya.
Akhirnya dengan sekuat tenaga min young pun
mencoba menendang tulang kering milik anggota geng tersebut ketika ia lengah ,.
Ia pun mengambil pukulan baseball yang berada di samping kursi itu dan memukul
tepat di kepala para anggota tersebut hingga babak belur .
Akhirnya min young pun dapat keluar dari
rumah itu . ia pun menangis kencang , sambil berlari menyusuri jalan keluar
dari komplek itu . ia benar-benar malu , karena hampir seluruh pakaiannya rusak
, ia sudah tak memakai sepatu bootsnya lagi . tas nya pun sudah entah pergi kemana
. karena di dalam tas situ terdapat ponsel min young .
Sehun Pov
Hari ini aku habis berkunjung ke makam nenek
ku , karena sudah 1 tahun lamanya aku belum kembali mengunjungi makam nenekku
karena jadwal ku sangat padat seiring dengan banyaknya pemotretan . hanya aku
sendiri lah yang mengunjungi makam ini . padahal hari telah malam , setelah
memberikan se bucket bunga aku memutuskan untuk pergi . namun , saat aku
ingin membuka pintu mobil ku , aku
melihat ada bando berwarna merah muda .
“bando siapa ini?” akupun terus saja
membolak-balikan bando ini . kenapa bando ini sangat familiar di penglihatan
ku?
“ini kan bando min young” gumamku pelan .
buat apa anak itu berada di daerah pemakaman ini???
Author pov
Min young pun hanya berlari-lari kecil dan
menangis histeris. ini sangat gelap. ia pun tidak tahu arah keluar kawasan
ini. karena tidak ada lampu pun yang menerangi jalan ini.
“hikss … eomma ..appa…oppaa appoyo
hiks…hikss…”
“ Greeeppp ”
Tiba-tiba dari belakang ada seseorang yang
memeluk min young . membuat min young memutar tubuhnya. ia mendapati sehun
yang sedang sedang memeluknya . min young pun tidak menolak sehun memeluknya,
bahkan min young pun membalas pelukan sehun . saat sehun memeluknya tangis min young pun
semakin pecah. ia sangat membutuhkan seseorang disamping nya saat ini.
-sehun pov-
Aku memeluk gadis kecil yang selama ini
aku cintai . aku tidak tega melihat nya sendiri di tempat gelap dan mencekam
seperti ini . aku begitu sesak dengan melihat keadaan nya sekarang , dengan pakainnya yang robek sana-sini membuat ku
semakin mengeratkan pelukan ku kepadanya. Ia pun menangis di dalam dekapan dada
ku . hingga kaus ku basah kuyup karena air mata kesedihan gadis yang kucintai
ini .
Akupun memakaikan sweater milikku untuk menutupi tubuhnya yang
yang kedinginan . ia pun berangsur-angsur terjatuh dan duduk di jalan . akupun
berjongkok dan mencoba mengusap cairan krystal yang berada di pipinya . ia pun
hanya menatapku nanar dan menundukan kepalanya .
“uljimaa…” ucapku lembut . akhirnya aku
menggendongnya menuju mobil ku , mungkin aku akan pulang kerumah sebentar untuk
membawa nya ke rumahku . jika aku membawa nya ke dorm , nanti hyung-hyungku
akan berprasangka buruk , jika aku yang melakukan ini kepada min young.
Setelah tiba dirumah aku pun menggendong
tubuh mungil nya ke dalam kamarku , seperti nya min young sedang tertidur saat
di mobil tadi . untung saja kedua orang tua ku tidak ada dirumah , mereka
sedang berlibur ke jepang.
Ku letakan min young di atas ranjang
kasurku , ku ambil selimut dan menyelimutinya
agar ia hangat . akupun mengambil kursi meja belajar ku dan kuletakan di
samping ranjang kasurku .
Aku melihat detail demi detail wajah polos
nan lugu miliknya yang saat ini di penuhi oleh wajah kesedihannya .
Aku tidak dapat menahan air mataku yang
jatuh ini . aku mengingat kembali kejadian tadi , dimana seharusnya gadis kecil
seumuran nya ini tidak seharusnya berada disitu dengan keadaan yang benar-benar
tragis.
Akupun mengelus puncak kepalanya , dan
mengecup kening nya .
“Good
night baby” ucapku tepat di telinganya. aku pun mencoba berbaring tidur
disampingnya dan memeluknya dengan kedua lenganku. agar tubuh mungilnya
tidak membuatnya kedingin yang dapat membekukan tulang-tulangnya.
TBC


Tidak ada komentar:
Posting Komentar