LITTLE VOICE
(chapter 7)
Author :
sehunpinku
Cast : Kang
Min young (you)
EXO-K member
Mark GOT7 ,
jungkook BTS
Genre :
Romance , sad , family
Other cast :
kim ajhussi, kim ahra & choi joon ho etc
PS : ini dia
hasil FF chapter 7 nya hehehe , ini FF garing banget hehehe . don’t plagiat J
happy reading
*****************************************
Next day
Hari menjeng sore , langit pun mulai
berwarna jingga . di kediaman tuan wen lebih tepatnya di ruang keluarga ini ,
keluarga tuan wen sudah berkumpul. Hari ini tuan wen tidak sesibuk bekerja
seperti mingu-mingu kemarin . hari ini dan berberapa hari kedepan ia akan
bekerja mengurusi proyeknya di dalam kota – seoul.
Saat ini min young tengah berada di pangkuan
tuan wen . yap mereka bertiga yaitu tuan wen,mark dan tentu saja min young ,
sedang bersenda gurai . hinga tiba-tiba min young memiliki 1 permintaan kepada
tuan wen.
Ia pun menulis kata-kata di ketas note kecil
nya dengan jari-jari mungilnya.
‘appa , bolehkah aku meminta 1 permintaan’
Itulah 1
kalimat yang berhasil min young tulis di note kecilnya.
“apa itu sayang?” Tanya tuan wen sembari
mengelus puncak kepala min young. Meskipun tuan wen bukan ayah kandung min
young , tetapi rasa kasih sayang tuan wen terhadap min young melebihi seorang
ayah kandung.
‘ aku ingin ke makam eomma dan kang appa’
Itulah permintaan min young terhadap tuan
wen . sedangkan tuan wen dan mark yang duduk disampingnya pun hanya tersenyum dan
mengelus puncak kepala min young.
“tentu saja adik ku” ucap mark lembut.
**************************************
-Keesokan
harinya-
Sesuai dengan janji tuan wen , akhirnya tuan
wen, mark dan min young. berangkat dari seoul menuju
chungcheongnam,daejeon . tempat lahir dimana kedua orang tua kandung min young
dan sekaligus tempat akhir menutup mata orang tua kandung min young. sedangkan mokpo itu tempat lahir min young .
Butuh waktu sekitar 3 jam menuju kesana
dengan menggunakan mobil.
Akhirnya mereka telah tiba di pemakan kedua
orang tua min young , tiba-tiba kaki min young menjadi lemas dan tak kuat
berdiri untuk menompang tubuhnya . ia tidak bisa menahan air matanya dan jatuh
begitu saja membasahi pipinya .
Ia pun memeluk gundukan tanah di hadapan
nya , memeluk gundukan makam kedua orang tua nya.
Tuan wen dan mark pun mencoba memeluknya dan
menenangkan hati min young yang saat ini benar-benar terpuruk. Hingga akhirnya
min young pun menghentikan tangisnya dan mengelus nisan makan ibu dan ayahnya
sejenak , sebelum mereka memutuskan untuk pulang menuju seoul.
*************************************
Min young pov
Terima kasih
tuhan , aku benar-benar terima kasih . kau telah memberikan manusia yang sangat
mulia kepadaku . aku bersyukur karena kau telah mengirimku wen appa dan mark
oppa di hidupku .
Mereka lah yang menemaniku di saat aku
kesepian , merekalah yang selama ini memenuhi kebutuhan hidupku dengan hasil kerja payah mereka
. mereka lah yang selalu berada di hidupku jika aku terpuruk dan membutuhkan
pertolongan.
Aku terus
saja meneteskan air mata ku sambil memandang kaca mobil . kami dalam perjalanan
menuju seoul .
*******************************************
Hari ini aku pulang sekolah dengan gontai
, hari ini aku sangat tidak bersemangat sekali melakukan aktivitas keseharianku
. jungkook oppa? Entahlah ia berada dimana. aku sangat merindukan nya. 2 hari
ini ia tidak ada di sampingku, yang biasanya menyuapi ku makan bekalku dari
rumah, yang biasanya ia mengantarku ke perpustakaan , dan yang biasa ia
lakukan setiap hari denganku, kalau bukan pulang sekolah bersama.
Aku sangat malas sekali untuk langsung
pulang kerumah . mark oppa selalu mengirim ku SMS , bahwa ia akan datang
menjemputku ke-sekolah . tapi dengan ringan hati aku menolaknya halus , karena aku
tahu ia sangat sibuk dengan kegiatan kuliahnya . belum lagi appa yang selalu
pulang bekerja pada malam hari.
Akhirnya sampai lah aku di taman kota , taman
ini tidak begitu jauh lho dari kedai kim ajhussi . aku ingin membeli bubble tea di kedai nya , tapi uang saku ku habis karena uang ku di rampas oleh kim ahra . yang notabane nya gadis tercantik di daerah sekolah ku itu . uang saku
ku dirampas saat aku ingin ke taman sekolah.
-Flash back-
Pada siang tadi aku ingin menuju kearah
taman sekolah , aku melihat segerombolan gadis-gadis yang sedang menggerombol
dengan sengaja memblock jalan menuju taman sekolah tersebut. Tadinya aku ragu
jika melewati segerombolan gadis tersebut , namus kutepis jauh-jauh pikiran
kotor itu.
“hei kau!”
sahut salah seorang gadis kepada ku.
Sedangkan
aku hanya menengok ke arahnya , mana mungkin aku dapat menyahut panggilan nya,
aku ini kan bisu.
Tiba-tiba sekelompok gadis-gadis itu
langsung merogoh seluruh kantong blazer ku . aku pun terkejut dan mencoba
menahanya dengan ke dua tangan ku . tapi sia-sia mana mungkin 1 banding 7
dapat melawan nya?
“hahahaha rasakan” setelah mereka
metertawaiku , mereka langsung melenggang pergi dan sempat menendang kaki ku ,
saat aku terjatuh.
Aku tidak dapat menahan tangisku , aku hanya
diam dan mengeluarkan air mata ku dan pergi berlari meninggalkan tempat itu.
-Flash back
end-
Author pov
Saat min young sedang asik melamun ,
tiba-tiba pipinya terasa di sentuh oleh sesuatu yang dingin . langsung saja ia
terkejut dan siapa orang yang telah menyentuh sesuatu itu ke pipinya.
Min young sangat terkejut bukan main , saat
melihat sehun sudah di hadapannya sambil tersenyum kecil . tiba-tiba jantung
min young berdetuk 3X lebih cepat dan entah mengapa seperti puluhan kupu-kupu
berterbangan di perutnya .
“ini untukmu” sehun pun menyodorkan segelas
bubble tea dingin kearah min young .
‘gomawo oppa’
Sehun pun tersenyum melihat kata-kata yang
ditulis oleh min young. ia sangat tidak kuat ketika melihat senyuman gadis kecil di hadapannya.
“cheonma”
balas sehun lembut.
Dengan sedikit ragu min young pun menuliskan
kata-kata yang ia akan pertanyakan ke sehun.
‘apa yang sedang oppa lakukan disini?’
Tanya min
young.
“menguntit mu”
Setelah mendengar jawaban sehun , min young
menganga dengan wajah polos nya, yang membuat sehun ingin tertawa tetapi ia
berhasil menahan tawanya yang hampir pecah.
“ aku bercanda”
“tadi aku melihat mu disini , jadi aku
menghampirimu” ucapnya lagi , namun apa yang di ucapkan sehun itu semua tidak
benar . diam-diam sehun menguntit min young dari sekolah min young hingga
menuju taman ini. ia pun melihat sangat jelas sisi min young . seperti saat di
perjalanan ia sesekali tertawa melihat tingkah min young, yang hanya
menendang-nendang kerikil kecil sembari ocehan-ocehan mulutnya yang sama sekali
tidak bisa sehun dengar.
‘oppa sekali lagi terima kasih atas
bubble tea nya ‘
Itulah kata-kata
yang barusan min young tulis dan memperlihatkan nya kearah sehun.
“kau tidak perlu berterima kasih” ucap
sehun yang tiba-tiba dingin. Min young hanya mengerutkan keningnya tidak
mengerti apa yang barusan sehun katakana.
“ tidak segampang itu kau berterima kasih”
ucap sehun datar. Lagi –lagi min young dibuat bingung oleh kata-kata sehun.
Sehun pun tetap memajukan
tubuh nya kearah min young sambil menyunggingkan smirk nya yang dapat membuat
semua gadis-gadis terpesona kepadanya . saat ini jarak pandang mereka sangat
dekat sekali kurang dari 5 cm . min young pun hanya menutup matanya gugup
1 detik
2 detik
3 detik
1 menit
min young tidak merasakan apa-apa hingga
akhirnya ia membuka matanya dan betapa malu nya ia ketika sehun hanya tersenyum
kearahnya sembari menyilangkan kedua tangan nya didada bidang nya itu.
"belum saat nya aku melakukan
itu" ucap sehun lembut dan mengelus puncak kepala min young.
" tunggu kau dewasa , dan aku akan
melakukan nya lebih dari ini "
blushh,
wajah min young pun semakin merah. meskipun ia tidak terlalu mengerti apa kata
sehun yang baru di ucapnya , tapi berberapa kata itu ia sangat tahu maknanya .
hari pun semakin sore , jam telah
menunjukan pukul 5 sore, langit mulai mewarnainya dengan warna khas jingga.
tetapi tidak dengan min young dan sehun . sekarang mereka sedang asyik bermain
ayunan di taman , dan sehun lah yang bertugas mendorong ayunan yang di tumpangi
oleh minyoung .
sekira nya sehun sudah merasa lelah , dan
sekarang duduk di samping ayunan yang di tumpangi oleh min young . min young
pun merasa tidak enak dengan dengan sehun , karena ialah, sehun menjadi lelah seperti ini.
'mianhaeyo oppa '
itulah
kata-kata yang baru saja ia tulis di note kecilnya dan memperlihat kan nya kearah
sehun.
"tidak dengan mu adik kecil" ucap
sehun sambil mengacak kecil rambut min young.
'aku telah membuatmu lelah'
ucap min
young dengan note sebagai perantaranya.
"aku akan lebih lelah jika tidak
melihat wajahmu" ucap sehun blak-blakan.
**************************************
karena hari
sudah semakin senja dan semakin malam , ia pun menghantar min young pulang .
saat di taman tadi sehun sedikit terusik
karena ada berberapa orang di taman tersebut yang melihat sehun dari ujung
rambut hingga di ujung kepala . sehun sedikit takut jika orang-orang/
pengunjung di taman tersebut mengetahui jika ia adalah seorang sehun member
EXO-K. tapi dewi fortuna telah berpihak padanya , karena penyamaran kali ini
tidak sia-sia . padahal sehun hanya menggunakan sebuah topi saja untuk
mengelabuhi fansnya.
sebelum mereka benar-benar pulang kerumah
, sehun mengajak min young pergi ke restaurant untuk sekedar makan malam
bersama dengan min young. min young pun tadi nya menolak halus-halus kepada
sehun, tetapi tetap saja sehun memaksanya dan menyuruh min young untuk mampir
ke restauran.
saat sedang menunggu pesan makanan yang
akan di antar pelayan-pelayan restaurant tersebut, sehun berpikir sejanak.
"apakah sekarang waktunya?"
pikiran sehun melayang-layang di kepala nya , ia ingin sekali mengeluarkan
kata-kata yang ingin ia ucapkan ke min young namun ia takut jika ia malah di
jauhi min young atau mungkin sejenisnya.
"yang penting aku sudah
mengucapkannya , agar pikiran ini tenang" ucapnya dalam hati. ini watu
yang sangat pas bagi nya.
" min young..."
min young yang sedari tadi hanya membaca
buku sekaligus menunggu pesanan nya datang pun mendongak mencari sumber arah
yang telah memanggil namanya . min young hanya mengangguk kaku , bahwa ia
berkata 'ne?'
"hmm , sebenarnya..." ucap sehun
gugup. sedangkan min young hanya mengangguk pelan untuk mendengar kan jawaban
yang akan di lontarkan oleh sehun .
"aku telah lama memendam rasa
ini" ucap sehun .
"aku telah lama menyukai mu ah ani ,,
lebih tepatnya mencintaimu" ucap sehun pasrah , pasti min young akan
menolaknya mentah-mentah.
" mungkin aku menyatakan ini cepat
dan singkat sekali , but do you be mine?" ucap sehun. sedangkan min young
hanya diam tak berkutik , 'mengapa kau harus mengatakan hal itu oppa?' pikirnya
.
1 detik...
2 detik ....
3 detik...
4 detik....
"mi..mian oppa , aku tidak bisa"
ucap min young dengan kedua bibir nya langsung, namun tidak menimbulkan suara
sama sekali dari kedua bibirnya itu. ia tidak berani menatap langsung kedua
mata hazel milik sehun.
sehun hanya menghembuskan nafasnya pelan , ia
sudah yakin sebelumnya, bahwa jawaban itu akan keluar langsung dari mulut min
young.
"gwenchana" ucap sehun dengan senyum paksaan kearah min young . mungkin jika diihat di sudut lain didepan sehun
terlihat ceria tapi , di belakangnya jauh dari kata ceria.
tess....
akhirnya min young meneteskan air matanya .
mengapa ia bisa meneteskan air matanya? ia terjebak dalam pikiran nya saat ini
. ia sangat egois. yeah iya sangat egois karena sudah mencintai 2 lelaki
sekaligus yaitu sehun dan jungkook .
dengan lembut sehun menghapus air mata min
young dengan kedua ibu jari nya lembut . sehun juga merasakan kesedihan yang
terpancar oleh wajah min young .
"gwenchana" ucap sehun lembut
sambil menghapus kedua air mata min young . min young pun bergegas membereskan
buku-bukunya yang ia sempat membacanya dan melenggang pergi keluar restaurant.
“young-ah” panggil sehun berberapa kali
namun tidak di hiraukan oleh min young . hingga akhirnya sehun membayar
terlebih dahulu pesanan makanan yang belum ia sempat makan kepada penjaga kasir
restaurant.
Iapun berlari mengejar min young
Greepp….
Sehun pun berhasil mendapatkan tubuh mungil
min young ke dalam dekapannya.
-Sehun Pov-
Akhirnya aku dapat, mendapatkan tubuh
mungilnya. ku rangkul erat-erat , ia pun tidak berontak dengan perlakuan ku ini
, ia pun terus menangis di tubuhku hingga membuat kaus ku basah akibat air
matanya .
“uljimaa” ucap ku lembut dan mencium puncak
kepala min young.aku benar-benar tidak tega melihat min young menangis seperti
ini. aku merasa air mata ku pun ingin keluar . aku tidak tega melihat gadis
kecil di pelukan ku ini tersiksa dengan tangisan air mata nya. Aku benar-benar merasa
bersalah kepadanya , aku benar-benar egois tidak memikirkan perasaan orang
lain.
*********************************
D-7
Sebentar lagi aku akan bertanding dengan
pria itu , cih pecundang. Aku harus berlatih giat , aku akan meminta bantuan
kawanku – choi joon ho. Akupun mengirim kan berberapa teks sms kepada joon ho
sahabat ku sejak SD . saat ini joon ho adalah atlet pembalap motor yang
mewakili daerah seoul . meskipun ia tidak sebanding dengan atlet-atlet pembalap
dunia seperti Lorenzo,rossi dll , aku percaya pasti dia bisa membantuku .
Setelah berjanjian dengan jun hoo tepat
pukul jam 2 siang , yeah aku berjanji bertemu dengan nya di sirkuit di
daerah Incheon . untung saja sirkuit ini
tidak terlalu banyak orang yang memakai nya untuk berlatih dll.
Setelah tiba disana , aku melihat joon ho
sedang meminum coke nya . aku pun tersenyum dan menghampirinya .
“joon ho –ya!”
“sehun-ah “kami pun ber hi5 ria.
“ kau ada keperluan apa menemui ku
sehun-ah?” Tanya joon ho serius yang
langsung tepat sasaran.
“ aku butuh bantuan mu joon ho-ya”
“ bantuan apa?” Tanya joon ho lembut
“tolong ajarkan aku trik untuk mengalahkan
lawan dalam balapan” ucapku memohon kepadanya.
“maksudmu?” Tanya joon hoo dengan tampang
polos.
“ tolong ajarkan aku trik bertanding motor
joon ho-ya” ucapku seketika datar.
“ are you kidding me?” Tanya joon ho
kembali, ia sedikit saat mengatakan pokok pembicaraan yang aku tuju
“noo, aku serius joon ho-ya” ucapku sambil
tersenyum.
“omong-omong untuk apa kau melakukan ini?
Bukankah kau sekarang sudah menjadi bintang terkenal” ucap joon ho heran
‘memang seorang bintang harus berdiam diri
seperti mayat?’ Tanya ku dalam hati.
“ kau nanti akan mengetahui nya joon”
“ baiklah ayo ikut aku ke garasi sirkuit”
“thank’s
bro” ucap sehun sambil merangkul joon ho dan segera berjalan ke dalam
sirkuit
TBC


Tidak ada komentar:
Posting Komentar